bobrokisme negeri ini kian komplek,siap yang benar dan salh kian sulit membedakannya,siap penegak hukum siapa penjahat dimata masyrakat kian sama,hukum seperti filosofis pisau,tajam dibawah tumpul diatas,
siapa yang bisa membebaskan negeri ini dari liput lara duka bnecana moral dan kepemimpinan?,,
pertanyaan tersebut hampir terlontarkan oleh setiap bibir anak manusia indonesia setutuh nya,yang sadar dan masih peduli dengan diri ini,kaum penikmat sengsara juga tidak mau ketingalan bertanya seperti tersebut sebab ingin tampil juga sebai orang yang perhatin dengan nasib bangsa agar dipandang orang yang memang bersih dan peduli walaupun ya,,sama bobrok nya dan penghianatnya dengan ibu pertiwiwi.
siapa pahlawan sekarang,,jawabanya adalah para koruptor dan pembohong yang kebohongan dan tindakan koruptornya ketahuan,,mengapa hal tersebut bsia dikatakan pahlwan,,, karena kebohongan dan korupsi merupakan sistem yang kuat dan dibuat sama,,jadi satu yang kena maka dia tidak mau lho sendirian mendapatkan getah nya,,maka koar koar dimedia soo,,, jd pahlwan dech,,pahlawan terjepi..setia mati bersama menaggung derita didalam penjara,,,terimaksih pahlwan kesiangan,,negeri ini hancur karen sikapmu yang ramah dengan kebobrokan,semaoga apa yang kau perbuat mendapakan setimpal di sisinNya.
Senin, 08 Agustus 2011
Sabtu, 28 Mei 2011
KEPENTINGAN ; ABADI
" Tidak ada teman abadi dan tidak ada munsuh abadi yang hanya adalah kepentingan yang abadi"
kata - kata bijak di atas memang tidak asing lagi bagi kaum politisi dan kaum bobrokisme yang mana hal tersebut terkesan sudah menjadi semboyan kemenangan pribad.
kepentinga yang tidak terwadahi akan memunculkan konflik, konflik merebut hal yang dianggap bagi mereka tidak mendapatkanya, hal konflik yang diciptakan sah - sah saja dan perlu kita maklumi sebab jika posisinya seperti pemilik kepentingan diatas maka dia akan berprilaku bobrokisme juga.
realita dan fakta yang terjadi di lapangan dan yang kita rasakan di kehidupan sehari - hari bahwa kepentingan merupakan raja dan pedoman langkah pasti
teriak jika tidak terkaper,, diam jika dapat,
kata - kata bijak di atas memang tidak asing lagi bagi kaum politisi dan kaum bobrokisme yang mana hal tersebut terkesan sudah menjadi semboyan kemenangan pribad.
kepentinga yang tidak terwadahi akan memunculkan konflik, konflik merebut hal yang dianggap bagi mereka tidak mendapatkanya, hal konflik yang diciptakan sah - sah saja dan perlu kita maklumi sebab jika posisinya seperti pemilik kepentingan diatas maka dia akan berprilaku bobrokisme juga.
realita dan fakta yang terjadi di lapangan dan yang kita rasakan di kehidupan sehari - hari bahwa kepentingan merupakan raja dan pedoman langkah pasti
teriak jika tidak terkaper,, diam jika dapat,
Selasa, 17 Mei 2011
LK I JILID 2
Peoses pengkaderan organisasi HMI komisariat isip cabanng pontianak kian eksitt dan intens dilakaukan,hal tersebut merupakan amanah konstitusi himpunan untuk menjaga tetap berlansungnya sebuah organisasi yang terus mapan. di dua tempat yang berbeda dalam satu agenda lk 1 ini komisariat isip mengkader sebayak 19 peserta dari berbagai komisariat atau perguruan tinggi. Untuk komisariat isip itu sendiri sebanyak 7 orang, persiapan hmi cabang sambas ( POLTESA )sebanyak 7 orang, komisariat ekonomi 1 orang, hukum 1 orang, dan komisariat persiapan stkip pgri pontianak 3 orang.kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 12 - 15 mei 2011 di mesjid Al-syakirin SUi.Jawi Pontianak menuai kesuksesan. Hal yang menjadi tujuan urgen dalam pengkaderan kali ini dan baisanya adalah penkaderan untuk peserta dan juga pengkaderan bagi panitia "ungkap dedi selaku ketua komisariat' disela -sela breakfing kepanitian.artinya bukan hanya peserta dituntut untuk berproses akan tetapi panitia juga dituntut.
Selasa, 03 Mei 2011
Diskusi Bersama ; Saling Membesarkan dan membagun budaya intelektual lewat diskusi
Budaya diskusi dan kerjasama serta silahturahmi antar komisariat hmi se- cabang pontianak kian di galakkan oleh komisariat ilmu sosial dan ilmu politik (Isip) dibawah pimpinan dedi.Agenda rutin mingguan ini sudah berjalan sebayak dua kali.Minggu pertama , 09 April 2011 bertempat di ruang sidang fakultas Ekonomi Untan, komisariat ISIP mengaet komiosariat ekonomi untuk bersama- sama menyelengarakan diskusi ini yang di hadiri 28 peserta diskusi dari berbagai komisariat yaitu komisarat isip sendiri sebanyak 11 orang, komisariat ekonomi 9 orang,komisariat MIPA 4 orang, komisariat Tarbiayah 2 orang,komisariat persiapan STKIP 1 orang dan Polnep 1 orang. Adapun tema yang di angkat yaitu Hmi dan Pergerakan Intelektual Kampus, sebagai pemateri pada diskusi ini oleh kanda Rudi Handoko mantan ketua Umum hmi cabag pontianak Periode 2005-206.Dalam diskusi yang brsifat intraktif yang lansung di pandu oleh ketua komisariat isip kanda dedi tersbut bayak wacana terlontar seputar dunia pergeraka mahasiswan dan permasalah yang di hadapi oleh gerakan intelektual mahasiswa khusunya kader hm. Kata kunci yang harus di pegagang kader hmi yaitu terus membiasakan membaca dan membaca,tiada hari tampa membaca, ungkap kanda Rudi sapaan akrabya, selanjautya kanda rudi menekankan setelah banyak membaca biasakan menulis terserah mau menulis opini dikoran,dimadaing atau hanya untuk dikonsumsi pribadi dan jangan menulis yang bukan- bukan alias tidak cocok untuk anak hmi yaitu yang biasaya i tulis di dinding Facebook seperti “ hari ini caapek dech,,siape ye yang mau nemenain gue..., bosan ah,,,aduh lagi pucing nih,,,dsbb,,gurau beliu.Yang ketiga kuncinya adalahseriang diskusi baik itu formal maupun tidak formal,diskusi tersebut ungkapya aplikatif dari membaca dan menulis.Di sesi tanya jawab seorang peserta diskus yaitu Hervina dari komisariat tarbiah menambahkan kunci jitu dari tiga kunci yang di tawarkan pemateri yaitu action.Maksud Action atau aksi dari ketiga di atas memang harus dilakukan bukan hanya sekedar wacana tapi tindakan tegasya. Di akhir diskusi tersebut sang Pemandu dikusi dengan semangat menwarkan agar berkomitmen bersama untuk terus mengaplikatifkan hasil hasil diskusi ini yaitu rutin melakukan diskusi.
Dikusi yang kedua kali ini yaang dilaksanakan pada 02 April 2011 bertempat yang sama seperti diskusi sebellumya yaitu ruang sidang fakultas Ekonomi Untan dengan tema yang di usung “ Penguatan nilai dasar perjuangan kader hmi terhadap gerakan beratasnamakan islam. Pemateri kali ini yaitu Kanda Zumri Bestado. Diskusi ini merupakan produk dari komitmen kawan – kawan kader hmi pada diskusi pertama yang mana terus kerjama tiap minggunya mengadakan diskusi rutin. Komisariat Isip kali ini menggaet komisariat Ekonomi yang dipimpin Nudialis Solata,Komisariat KIP yang dipimpin Martono, 2 Komisariat yang baru – baru ini mengadakan pengkaderan RAK yaitu komisariat Teknik dipimpin Risno, Komisariat Pertanian-Kehutanan dipimpin oleh Sairi. Peserta yang hadir dalm diskusi kali ini sebanyak 40 orang peserta,artinya meningkat 12 orang dari peserta diskusi sebelumya.Dalam pengantar diskusi tersebut yang masih di pandu ketua umum komisariat isip,dan dia mengaskan bahwa hari ini kawan sangat antusias untuk hadir walaupun cuaca kurang mendukung dan kawan membuktikan komitmen atau action dari materi diskusi pertama.Turut hadir juga ketua komisarikat Mipa dipimpin Sugiantoro dan ketua komisariat persiapan STKIP yang dipimpin chiril Johandika. Dalam diskusi tersebut pemateri mengungkapkan bahwa persepsi dan pemahaman terhadap sesuatu tergantung pada tingkat keilmuan yang dimilikinya termasuk dalam hal gerakan yang memang diyakini kebenaranya oleh gerakan yang beratasnamakan Islam,dalam hal ini diri kita sendirilah yang harus pandai – pandai menyikapainya.
Di akhir diskusi selaku pemandu dan ketua umum hmi komisariat ISIP tersebut dengan tidak bosan – bosanya selalau menyampaiakn kerjama dalam diskusi dan lainya antar komisariat Se-cabang Pontianak itu harus di tingkatkan. Hal yang penting saat ini yang harus kita benahi selaku kader satu himpunan adalah saling membesarkan dan itu harga mati ungkap dedi pimpinan komisaroiat isip tersebut.Tegasnya lagi, jika satu komisariat dalam masalah atau dinilai kurang intens dalam menjalankan tangungjawabnya maka tugas kita adalah bahu membahu bersatu membangun HM.I
Dikusi yang kedua kali ini yaang dilaksanakan pada 02 April 2011 bertempat yang sama seperti diskusi sebellumya yaitu ruang sidang fakultas Ekonomi Untan dengan tema yang di usung “ Penguatan nilai dasar perjuangan kader hmi terhadap gerakan beratasnamakan islam. Pemateri kali ini yaitu Kanda Zumri Bestado. Diskusi ini merupakan produk dari komitmen kawan – kawan kader hmi pada diskusi pertama yang mana terus kerjama tiap minggunya mengadakan diskusi rutin. Komisariat Isip kali ini menggaet komisariat Ekonomi yang dipimpin Nudialis Solata,Komisariat KIP yang dipimpin Martono, 2 Komisariat yang baru – baru ini mengadakan pengkaderan RAK yaitu komisariat Teknik dipimpin Risno, Komisariat Pertanian-Kehutanan dipimpin oleh Sairi. Peserta yang hadir dalm diskusi kali ini sebanyak 40 orang peserta,artinya meningkat 12 orang dari peserta diskusi sebelumya.Dalam pengantar diskusi tersebut yang masih di pandu ketua umum komisariat isip,dan dia mengaskan bahwa hari ini kawan sangat antusias untuk hadir walaupun cuaca kurang mendukung dan kawan membuktikan komitmen atau action dari materi diskusi pertama.Turut hadir juga ketua komisarikat Mipa dipimpin Sugiantoro dan ketua komisariat persiapan STKIP yang dipimpin chiril Johandika. Dalam diskusi tersebut pemateri mengungkapkan bahwa persepsi dan pemahaman terhadap sesuatu tergantung pada tingkat keilmuan yang dimilikinya termasuk dalam hal gerakan yang memang diyakini kebenaranya oleh gerakan yang beratasnamakan Islam,dalam hal ini diri kita sendirilah yang harus pandai – pandai menyikapainya.
Di akhir diskusi selaku pemandu dan ketua umum hmi komisariat ISIP tersebut dengan tidak bosan – bosanya selalau menyampaiakn kerjama dalam diskusi dan lainya antar komisariat Se-cabang Pontianak itu harus di tingkatkan. Hal yang penting saat ini yang harus kita benahi selaku kader satu himpunan adalah saling membesarkan dan itu harga mati ungkap dedi pimpinan komisaroiat isip tersebut.Tegasnya lagi, jika satu komisariat dalam masalah atau dinilai kurang intens dalam menjalankan tangungjawabnya maka tugas kita adalah bahu membahu bersatu membangun HM.I
Rabu, 13 April 2011
Kemenagan Bersama ; bukan aku dan kamu tapi kita semua
" Jika kamu ingin menjadi pemenang maka posisikan dirimu sebagai pemenang,,,jadikan di sekelilingmu ikut merasa menang dengan kemenaganmu..itulah sebaik- sebaik pemenag sejati"
Kata bijak diatas sepatutnya kita telaah dan renungkan dalam rangka mengali potensi kepemimpinan diri kita sendiri.Menang atau kemenagan dalam pertarungan merupakan impian bahkan itu suatu keharusan.Bertarung tanpa menang merupakan perjuangan yang sia - sia bukan berarti meniadakan hikmah proses perjuangan yang dilakukan karena didunia tidak ada sia - sian yang tuhan ciptakan.Setiap langkah dan tindakan pasti ada konsekuens,baik dan buruk itu merupakan resiko.baik itu karena perjuangan,buruk itu merupakan kelalaian dan kecerobohan.
Konsep kebersamaan dalam kemenagan merupakan suatu kemenagan yang diperoleh dari hasil perjuangan dan pertarungan bersama, setiap unit pasti satu kesatuan dalam mengerakan suatu tujuan,hal sederhana sekalianpun termasuk bagian tersebut. Jadi bagi calon pemimpin dalam suatu organisai yang ingin mengabdikan kemampuan talentanya untuk kemajuan organisasi tersebut harus "saling membesarkan"dalam arti dia jadi pemimpin pasti dukungan kawan-kwanya dalam memperjuangkanya, sehingga menjadi keharusan pemimpin tersebut melibatkan kawan tersebut bersama menikmati kemenagan dari perjuangan bersama..
Motor saling memebesarkan yaitu komitmen satu untuk semua, rendah diri,berbuat tampa pamrih,berfikir dan bertindak solutif serta mengedepankan kejujuran.
Kata bijak diatas sepatutnya kita telaah dan renungkan dalam rangka mengali potensi kepemimpinan diri kita sendiri.Menang atau kemenagan dalam pertarungan merupakan impian bahkan itu suatu keharusan.Bertarung tanpa menang merupakan perjuangan yang sia - sia bukan berarti meniadakan hikmah proses perjuangan yang dilakukan karena didunia tidak ada sia - sian yang tuhan ciptakan.Setiap langkah dan tindakan pasti ada konsekuens,baik dan buruk itu merupakan resiko.baik itu karena perjuangan,buruk itu merupakan kelalaian dan kecerobohan.
Konsep kebersamaan dalam kemenagan merupakan suatu kemenagan yang diperoleh dari hasil perjuangan dan pertarungan bersama, setiap unit pasti satu kesatuan dalam mengerakan suatu tujuan,hal sederhana sekalianpun termasuk bagian tersebut. Jadi bagi calon pemimpin dalam suatu organisai yang ingin mengabdikan kemampuan talentanya untuk kemajuan organisasi tersebut harus "saling membesarkan"dalam arti dia jadi pemimpin pasti dukungan kawan-kwanya dalam memperjuangkanya, sehingga menjadi keharusan pemimpin tersebut melibatkan kawan tersebut bersama menikmati kemenagan dari perjuangan bersama..
Motor saling memebesarkan yaitu komitmen satu untuk semua, rendah diri,berbuat tampa pamrih,berfikir dan bertindak solutif serta mengedepankan kejujuran.
Rabu, 09 Maret 2011
MENGUBAH HAL YANG NEGATIVE KEARAH POSITIF
Setiap manusia secara lahiriah diciptakan dengan pemikiran yang berbeda – beda.pemikiran seseorang dengan orang lain terhadap sesuatu berbeda – beda.hal tersebut sunnatullah, perbedaan merupakan suatu anugrah terindah yang tidak dapat dibuat atau dihancurkan oleh manusia itu sendiri.akan tetapi alangkah indahnya jika perbedaan tersebut dipoles dengan kebaikan,diantara perbedaan – perbedan tentunya terdepat perbedan yang positif dan negative,untuk itu perbedaan sangat sempurnah jika dipoles dangan hal yang baik.
Berkaitan dengan cara pandang kita memaknai sesuatu yang dianganp negative, bahwa berfikir negative akan melahirkan kecendurungan tindakan negate juga,jangan kan hal yang sudah dianggap yang negative hal – hal positif jugan akan berubah menjadi negative,
Kekuatan memaknai dan memikirkan sesatu utnuk bertindak sesuatu tergantung cara kita memikirkan nya tersebut,jika kita berfikir hal tersebut negate makan akan terwujudlah tindakan yang negative,sebagai contoh seorang anak di suruh oleh seorang guru membuat cerpen yang betemakan bebas,jika anak tersebut sebelum mencoba untuk berbuat sudah mennyatakan tidak bisa maka ia tidak akan mampu untuk bembuat cerpen seperti yang dinginkan oleh hatinya sendiri maupun oleh gurunya,akan tetapi sebaliknya jika seseorang anak tadi berfikir untuk mencoba dan menanmkan kedalam pikiranyan bahwa isa bias membuat cerpen, maka secara otomatis otaknya berfikir untuk membuat cerpen tersebut,disetiap keinginan bisa untuk berbuat maka seribu cara akan bermunculan,setiap ide muncul apabila keinginan bias kita tanamkan,
Kekuata berfikir positif adalah kekuatan memaknai sesuatu dengan wujud hal negative menjadi positif.kebanyakn orang berfikir jika hal tersebut negate maka hal tersebut dianggap tidak baik akan tetapi perlu kita pahami bahwa sesuatu tindakang positif ada karenan adanya adanya tindakan negative, hal yang diraskan sesorang itu manis apabila ia pernah merasakan hal yang pahit, apalah artinya gembira jika tidak ada kesedihan. Dari stetmen diatas dapat disimpulkan secara sederhana makan dapat ditilai bahwa hal negate dan positi nilainya sama.artinya keduan sisi tersebut sama penting dalm kehidupan kita,kedu hal tersebut sangat berperan dalam penentuan karekter diri kita ynag tangguh.
Contoh yang sederhana lag yang biasanya kita alami dalam kehidupan sehari –hari yaitu yang dinamakan dengan maslah.coba anda tanyakan kepada orang umum dan anda lontarkan kepada mereka minta tangapan tentang maslah,minta jawaban bahwa apakah maslah merupakan hal negate atau positif,jwaban yang kebanyakan pasti negative dan bagi sebagian kecil orang yang menjawab dan tergolong bijaksana maka ia menjwab positif,nah kalau kita kupas lebih dalam untuk menjawab secara bikasana maka jawaban pertanyan tersebut adalah bahwa maslah adalah hal yang positif sadar maupun tidak sadar itu merupakan positi buktinya dengan masalah orang akan lebih berfikir dan bertindak dewasa.maslah mengubah hidup orang yang tau menjadi tau,maslah guru yang bijaksana dalam hidup ini,,perlu digaris bawahi bahwa maslah berbuah positif jika kita tetpa pada koridor memaknainya positif pula,masalah merupakan sumber perbaikan dan merupakan bagian dan proses kebaikan.
Untuk itu untuk menjadi hidup kita ini dinikmati dengan penuh senyum dan gembira melintasi langit kelam maupu cerah,berjalan dibuki dan lembah kehidupan,mengarungi dan menyelam samudra maka tetpalah mengedepakan pada pola piker positif dan memanai sesuatu dengan positip pula.reungkan, pahami,memulai dari yang sederhana dan sekarang.
Menangis mengajarkan kita tertawa
Masalah mengajrkan kita bijaksana
Sedih mengajarkan kita gembira
Setiap langkah adalah makna
Salami untuk bisa.
Pasti bisa
Untuk bisa.
Berkaitan dengan cara pandang kita memaknai sesuatu yang dianganp negative, bahwa berfikir negative akan melahirkan kecendurungan tindakan negate juga,jangan kan hal yang sudah dianggap yang negative hal – hal positif jugan akan berubah menjadi negative,
Kekuatan memaknai dan memikirkan sesatu utnuk bertindak sesuatu tergantung cara kita memikirkan nya tersebut,jika kita berfikir hal tersebut negate makan akan terwujudlah tindakan yang negative,sebagai contoh seorang anak di suruh oleh seorang guru membuat cerpen yang betemakan bebas,jika anak tersebut sebelum mencoba untuk berbuat sudah mennyatakan tidak bisa maka ia tidak akan mampu untuk bembuat cerpen seperti yang dinginkan oleh hatinya sendiri maupun oleh gurunya,akan tetapi sebaliknya jika seseorang anak tadi berfikir untuk mencoba dan menanmkan kedalam pikiranyan bahwa isa bias membuat cerpen, maka secara otomatis otaknya berfikir untuk membuat cerpen tersebut,disetiap keinginan bisa untuk berbuat maka seribu cara akan bermunculan,setiap ide muncul apabila keinginan bias kita tanamkan,
Kekuata berfikir positif adalah kekuatan memaknai sesuatu dengan wujud hal negative menjadi positif.kebanyakn orang berfikir jika hal tersebut negate maka hal tersebut dianggap tidak baik akan tetapi perlu kita pahami bahwa sesuatu tindakang positif ada karenan adanya adanya tindakan negative, hal yang diraskan sesorang itu manis apabila ia pernah merasakan hal yang pahit, apalah artinya gembira jika tidak ada kesedihan. Dari stetmen diatas dapat disimpulkan secara sederhana makan dapat ditilai bahwa hal negate dan positi nilainya sama.artinya keduan sisi tersebut sama penting dalm kehidupan kita,kedu hal tersebut sangat berperan dalam penentuan karekter diri kita ynag tangguh.
Contoh yang sederhana lag yang biasanya kita alami dalam kehidupan sehari –hari yaitu yang dinamakan dengan maslah.coba anda tanyakan kepada orang umum dan anda lontarkan kepada mereka minta tangapan tentang maslah,minta jawaban bahwa apakah maslah merupakan hal negate atau positif,jwaban yang kebanyakan pasti negative dan bagi sebagian kecil orang yang menjawab dan tergolong bijaksana maka ia menjwab positif,nah kalau kita kupas lebih dalam untuk menjawab secara bikasana maka jawaban pertanyan tersebut adalah bahwa maslah adalah hal yang positif sadar maupun tidak sadar itu merupakan positi buktinya dengan masalah orang akan lebih berfikir dan bertindak dewasa.maslah mengubah hidup orang yang tau menjadi tau,maslah guru yang bijaksana dalam hidup ini,,perlu digaris bawahi bahwa maslah berbuah positif jika kita tetpa pada koridor memaknainya positif pula,masalah merupakan sumber perbaikan dan merupakan bagian dan proses kebaikan.
Untuk itu untuk menjadi hidup kita ini dinikmati dengan penuh senyum dan gembira melintasi langit kelam maupu cerah,berjalan dibuki dan lembah kehidupan,mengarungi dan menyelam samudra maka tetpalah mengedepakan pada pola piker positif dan memanai sesuatu dengan positip pula.reungkan, pahami,memulai dari yang sederhana dan sekarang.
Menangis mengajarkan kita tertawa
Masalah mengajrkan kita bijaksana
Sedih mengajarkan kita gembira
Setiap langkah adalah makna
Salami untuk bisa.
Pasti bisa
Untuk bisa.
KALAH NO.2 MENANG NO. 1

Memiliki jiwa petarung dalam segalah hal memang sulit untuk dilakaukan akan tetapi hal tersebut juga tidak menutup kemungkinan untuk mudah dilakukan.Bayak cara yang dapat dilakuakn untuk mewujudkan jiwa petarung yang siap bertempur, salah satunya adalah dengan menanamkan dalam benak pikiran dan hati yang dalam bahwa kalah itu nomor 2 sedangkan menang itu no one ( 1 ),a artinya otak kita tersebut tidak di beri peluang untuk bertindak ragu dan tidak bisa apalagi mundur, maka secara otomasi syaraf otak bekerja secara maksimal untuk mewujudkan nomber one..Hal senada juga yang bisa membantu mewujudakn nomber one tersebut bisa melalui...menanamkan dalam diri kita bahwa salah no 2 betul no 1,,,berfikir, berkata ,dan diwujudkan dengan tindakan bahwa yakin pasti bisa...
banyak orang gagal bukan karena lingkungan tempat tingalnya,teman dekatnya akan tetapi dikarena cara berpikirnya menyempitkan pikiranyan,mengatakan dalam dirinya sendiri tidak bisa dan tidak mampu,..klu hal tersebut di tanam dalam diri kita maka tunas kegagalanlah yang tumbuh.
bermimpi dengan dibarenginyan konsep perencanaan hidup yang berskla prioritas secara detail dan teliti serta punya target pencapain dan waktu merupakan bagian yang sangat di perlukan untuk mewujudkan kesuksesan,,mewujudkan jiwa petarun,,mewujudkan nomber one...
menjadi petarung merupakan kebanggaan, menjadi petarung merupakan suatu prestasi terhadap diri sendiri,,,
jadi bertindak dari diri sendiri, hal yang sederhana,dan sekarang...( Aa Gym )
selamat mencoba mewujudakn jiwa petarung dan menjadi nomber one
Minggu, 28 November 2010
CURRICULUM VITAE
CURRICULUM VITAE
1. IDENTITAS DIRI
NAMA : DEDI
NAMA PANGILAN : OEOI
TTL : SENDOYAN, 23 JULI 1988
ALAMAT : DS. BATU LAYAR DESA SENDOYAN KEC.SEJANGKUNG
HOBY : BOLA
NO. HP : 085252663905 / 08125660 330
2. PENDIDIKAN
SD : SDN 17 DESA SENDOYAN
SMP : SMPN 02 SEJANGKUNG
SMA : SMAN 01 SEJANGKUNG
UNIVERSITAS : FISIP UNTAN 2007
3. PENGALAMN ORGANISASI
NO ORGANISASI JABATAN TAHUN
1 OSIS SMPN 02 SEJANGKUNG ANGGOTA 2003
2 MPK SMPN 02 SEJANGKUNG ANGGOTA 2003
3 PRAMUKA PENGGALANG 2002
02 SEJANGKUNG
ANGGOTA
4 OSIS SMAN 1 SEJANGKUNG WAKIL KETUA
5 OSIS SMAN 1 SEJANGKUNG KETUA
6 PRAMUKA SMAN 1 SEJANGKUNG ANGGOTA
7 IKATAN MAHASISWA KEC. SEJANGKUNG ANGGOTA 2007
8 KOMITE MAHASISWA KAB.SAMBAS ANGGOTA 2007
9 KOMITE MAHASISWA KAB.SAMBAS WAKIL SEKRETARIS 2010
10.KOMITE MAHASISWA KAB.SAMBAS SEKRETARIS 2011
10 HIMPUNAN MAHAISWA ISLAM ( HMI ) ANGGOTA 2007
11 HIMPUNAN MAHAISWA ISLAM ( HMI ) KABID. PENGEMBANGAN PROFESI DAN KEWIRAUSAHAN 2008
12 HIMPUNAN MAHAISWA ISLAM ( HMI ) KETUA UMUM 2010
13 LEMBAGA PERS MAHAISWA ISLAM ( LAPMI ) HMI ANGGOTA 2008
14 HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN ILMU ADMINISTRASI NEGARA ISIP UNTAN ANGGOTA 2008
15 BADAN EKSEKUTIF ( BEM ) ISIP UNTAN ANGGOTA 2009
16 NAPZA UNTAN kabid eksternal tahun 2011
17. DPM ISIP UNTAN 2011 ANGGOTA
18. KETUA DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA UNIV. TANJUNGPURA (DPM UNTAN) 01 JULI 2011-2012
19. KETUA DEWAN PEMBINA ( DP) HIMPUNAN MAHASISWA KECAMTAN SEJANGKUNG
(HMKS) MULAI 7 APRIL 2013
4. PELATIHAN, SEMINAR, DISKUSI DAN KEGIATAN LAINYA YANG DI IKUTI
1 PEMUDA BERTAKWA BAPPORA PP 2007
2 BELA NEGARA BAPPORA PP 2007
3 KEPEMIMPINAN JILID I KMKS 2009
4 KEPEMIMPINAN JILID II KMKS 2010
5 LATIHAN KADER I HMI.CBG PTK 2007
6 PELATIHAN JURNALISTIK BAPPORA PP 2008
7 PELATIHAN JURNALISTIK LAPMI HMI 2008
8 ANTI NARKOBA BAPPORA PP 2009
9 PERGERAKAN HMI.CB.PTK 2008
10 BEDAH APBD KALBAR BEM UNTAN 2009
11 SEMINAR KEBANGSAAN “ PERBATASAN” BEM UNTAN 2007
12 SEMINAR BANK INDONESIA BI 2008
13 SEMINAR NARKOBA BNK 2008
14 SEMINAR PENDIDIKAN “BHP” BEM UNTAN 2009
15 SEMINAR HUKUM BEM HUKUM UNTAN 2008
16 SEMINAR NASIONALISME BADKO HMI 2010
17 SEMINAR TIK LEPKOM UNTAN 2010
18. Seminar nasional : advence training LK III BADKO HMI kalbar 16 Oktober 2010, Tema : Menakar Nasionalisme Meraih Bangsa Bermartabat.
19. Talkshow Badko hmi kalbar.22 April 2011 tema : Merajud Kebersamaan menatap Kalbar masa depan
20. Seminar enterprenuership HMI badko kalbar, 21 April 2011 tema : Membagun Sikap Enterprenuer Mahasiswa
21. PELATIHAN KOPERASI: LEMBAGA PENDIDIKAN PERKOPERASIAN APENKOP DAN HMI CAB. PTK 10 DESEMBER 2010
22. SEMINAR UPAYA MEWUJUDKAN KEHARMONISAN KALBAR : FISIP UNTAN { 18-19 NOVEMBER 2008 )
23. DIKLAT MEMBAGUN BUDAYA MENULIS LISMA UNTAN 27-28 JUNI 2009
22. ADVENCE TRAINING ( LK II ) HMI CABANG PONTIANAK,28 MARET - 02 APRIL 2011
23. DIALOG PEMUDA ' PERANAN PEMUDA DALAM MENJAGA KERUKUNAN UMAT BERAGAMA" DISPORA KOTA PONTIANAK 21 MEI 2011
23. RAKERNAS APKASI VII DAN MUSLUB 2011 " MENGEJAR KEMANDIRIAN DAERAH MNEUJU KEJAYAAN BANGSA: KUBU RAYA 24 JUNI 2011
24. DIALOG PUBLIK 3 ASRA SAMBAS" MENEROPONG KESIAPAN PERAN MASYRAKAT SAMBAS DARI BERBAGAI ASPEK DENGAN DIBUKANYA BORDER ARUK BIAWAK. ASRAMA SFIUDIN,30 APRIL 2011
25. DIALOG PEMUDA." PERAN PEMUDA DAN MENGAKTUALISASIKAN NILAI - NILAI LUHUR BAGSA"DISPORA KOTA PONTIANAK; DEKOPINWIL 9 JULI 2011
26. SOSIALISASI KELEMBAGAAN DADAN NASIONAL PENAGULANGNAN TERORIS SE PROINSI KALBAR; MAHKOTA HOTEL PONTIANAK 25 JULI 2011
27.DIALOG KEBAGSAAN "MENGANTANG JATI DIRI BANGSA OLEH NASDEM : REKTORAT UNTAN,19 JULI 2011
28. SARASEHAN DAERAH PROV KALBAR"URGENSI PERUBAHAN KELIMA UUD 45 KONSILIDASI DEMOKRAI DAN JATI DIRI BANGSA:MERCURE HOTEL PONTIANAK,26 JULI 2011
28.SEMINAR KEBAGSAAN'PEMILIH PEMULA DIDAERAH TERISOLIR";UNTAN DAN JARINGAN PEMUDA NUSANTARA, AULA KEDOKTERAN UNTAN PONTIANAK, 28 MEI 2011
29. SEMINAR KEBANGSAAN 'DPM UNTAN JARINGAN PEMUDAN PESISIR, KNPI KALBAR,28 MEI 2011
30. DISKUSI HMI " NDP" TARBIYAH STAIN PONTIANAK, 20 MEI 2011
31.PRA TEMU DAN LOKAKARYA BEM SE- NUSANTARA 2011 ‘ MENGAGAS SISTEM NASIONAL YANG IDEAL SESUAI PANCASILA DAN UNDANG – UNDANG DASAR 1945 SEBAGAI LANDASAN DASAR TERCIPTANYA KEHIDUPAN MASYRAKAT ADIL DAN MAKMUR DALAM BINGKAI KEUTUHAN NKRI YANG BER BER-BHENIKA TUNGGAL IKA, UN IVERSITAS NEGERI SURABAYA 26- 29 SEPTEMBER
2011 .
32. SEMINAR NASIONAL,KERJASAMA DIREKTORAT JENDRAL KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KEMENTRIAN RI DENGAN LPMP-N “ PERAN GENERASI MUDA DALAM PENGUATAN KETAHANAN MELALUI PENDEKATAN NILAI SOSIAL DAN BUDAYA DI DAERAH PERBATASAN, DI GEDUNG KNPI PROV.KALBAR.PONTIANAK 28 MEI 2011
33. SEMINAR NASIONAL,KERJASAMA DIREKTORAT JENDRAL KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KEMENTRIAN RI DENGAN LPM –JPN “ PENDIDIKAN POLITIK DAN PEMILIH PEMULA DI DAERAH TERISOLIR.
34. PELATIHAN SINGKAT PERKOPERASIAN TINGKAT HMI KOMISARIAT DAN LEMBAGA KEKARYAAN SE-CABAG PONTIANAK,LEPANKOM,DEKOPINWIL PROV,KALBAR, 10 DESEMBER 2010
35. KKM ISIP UNTAN,BUKIT BATU KEC,SUNGAI KUNYIT KAB,PONTIANAK, 05 JULI – 05 AGUSTUS 2010
36. SEMINAR BUDIDAYA TERTIB BERLALULINTAS ,POLDA KALBAR
DI AUDITERTIUM UNTAN 24 NOVEMBER 2011
37. SEM INAR PELUANG DAN TANTANGAN EKONOMI PEBATASAN KALBAR. HOTEL ORCARD PONTIANAK, 28 NOVEMBER 2011
38. PEMATERI HIMBIO FKIP UNTAN”MEKANISME SIDANG, PONTIANAK 03 DESEMBER 2011
39. PENYULUHAN BAHAYA PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA DILINGKUNGAN KAMPUS.LEMLIT UNTAN PONTIANAK,28 OKTOBER 2011
40. DIALOG MELAYAU SERANTAU :MALAY INSTITUT 2008 SEMINAR AKTULISAI PEMENTAPAN WAWASAN KEBAGSAAN PADA GENERASI MUDA HOTEL ORCHARZ PONTIANAK,31 MEI 2008 FAK.HUKUM UNTAN
41. SEMINAR UPAYA MEWUJUDKAN KEHARMONISAN DI KALBAR AKIBAT KOMPLIK SOSIAL TAHUN 1999 DI SAMBAS. HOTEL 95 PONTIANAK.FISIP UNTAN. 18 NOVEMBER 2008
42. DIALOG KEBAGSAAN TENTANG 4 PILAR BANGSA PADA ORGANISASI KEPEMUDAAN,DISPORAPROVISNSI KALBAR, HOTEL KINI, 12 DESEMBR 2011
43. SEMINAR PERSAINGAN USAHA” PERSAINGAN SEHAT SEJAHTERAKAN RAKYAT.KOMISI PENGAWASAN PERSAINGAN USAHA RI,HOTEL MERCURE PONTIANAK, 14 DESEMBER 2011
44. FGD dan Seminar “Transparansi dan Ketepatan Penyaluran Dana BOS terhadap Penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun di Kota Pontianak ”,Hotel ORCHADZ Pontianak
45 FGD dan seminar “Transparansi dan Ketepatan Penyaluran Dana BOS terhadap Penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun di Kota Pontianak ” di SDN 68 Pontianak tanggal 7 dan 8 Maret 2012
46. Kuliah umum “Kepemimpinan dalam Perspektif Islam” FORMANAM,14 April 2012
47. Konsilidasi kenegaraaan, di Universitas Diponogogro Semarang, 8 Mei 2012
48 Rakornas forum lembaga legislatif mahasiswa Indonesia (FL2MI), Semarang 9 Mei 2012 69.
49. Pertemuan BEM Se-Kalbar. Audit Untan 2012 70.
50. Seminar percepatan pempentukan keterbukaan informasi daerah (KID), Hotel santika Pontianak oleh Gemawan. 12 November 2012 71.
51. Silahturahmi AKBAR mahasiswa Sambas 2012 oleh KMKS
52. Seminar Perbatasan 2012. di Ruang Sidang FE Untan.
4 53. Tanggal
26-30 nov 2012 : tim penelitian pengaruh perkebunan kelapa sawit terhadap ekonomi sosial masyrakat di ngabang bersama :
Prof. Kato ( Jepang ), Dr.H. Ngusmanto, M.Si, dan andri ( supir).
54. DESEMBER 2012 JAM 14.00 – SELESAI. Pelantikan dan pengukuhan forum koordinasi
pencegahan terorisme ( FKPT) DAN SEMINAR PENCEGAHAN TERORISME, HOTEL MERCURE
PONTIANAK
55. KEGIATAN SUPERCAM COMDEV DAN OUTRICHING UNTAN" PLANNING AND OF FUTURE, LEMBAGA PENJAMIN MUTU PENDIDIKAN PONTIANAK, 08 DES 2012
56.TEMU KANGEN REUNI 30 TH FISIPOL UNTAN DAN LAUCHING YAYASAN ALFIZ 83 DI HOTEL ORCHAR PONTIANAK, 30 MARET 2013
56. MUSYAWARAH BESAR ( MUBES) HIMPUNAN MAHASISWA KEC. SEJANGKUNG, SEKRE DPM UNTAN PONTIANAK, 7 APRIL 2013
56.TEMU KANGEN REUNI 30 TH FISIPOL UNTAN DAN LAUCHING YAYASAN ALFIZ 83 DI HOTEL ORCHAR PONTIANAK, 30 MARET 2013
56. MUSYAWARAH BESAR ( MUBES) HIMPUNAN MAHASISWA KEC. SEJANGKUNG, SEKRE DPM UNTAN PONTIANAK, 7 APRIL 2013
58. ASISTEN PENELITI PROF. DR. SYARIF IBRAHIM ALQADRIE, M. SC
a. Masalah Siswa Putus Sekolah dan Faktor Penyebabnya Di Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang ,Kabupaten Kubu Raya ( JULI 2013)
b. PENELITIAN FUNDAMENTAL : KONFLIK KEKERASAN DAN PERDAMAIAN DI DESA LINGGA KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG KABUPATEN KUBU RAYA ( JULI 2013)
c. FENOMENA Siswa Putus Sekolah dan Faktor Penyebabnya KOTA MEMPAWAHKAB. PONTIANAK ( JULI 2013)
BUKU YANG TELAH DIBACA
a. Indonesia Emas
b. Di ambang bubarnya NKRI
c. Cara menulis buku best seller
d. Ayat – ayat cinta
e. Ketika cinta bertasbih 1 & 2
f. Capung
g. Romio dan Juliet
h. Perempuan pnyebab perang
i. Tahajjud memang gila
j. Kembalinya si anak hilang
k.bertahan hidup
l. Spritual Samuarai, Ari ginanjar ( 21 April 2011 )
m. Dibo piss. Senator dari gang patlot ( 22 April 2011 )
n. HMI. otokritik hmi cabang Pontianak ( 27 april 2011)
o.intelijen. CIA,MOSAD,FBI MEI 2011
P.TAUBAT.. MEI 2011
n banyak lgi dech....
Sabtu, 16 Oktober 2010
LK I ISIP sukses
lk I hmi komisariat isip cabang pontianak periode pengurus 2010/2011 suskses dilaksanakan.sejak tanggal 14 - 16 oktober 2010 bertempat di mabes hmi cbng pontianank latihan kader (LK I )berjalan seperti ap yang diharapakan walaupun sedikit ada kekurangan,itu merukapakan lumrah ' kata ketua panitia muhtadin"dalam acara ramah tamah penutupan.
di ditempat yang sama akan tetapi berbeda tokoh yang kami wawancari bahwa LK I merupankan langkah awal untuk memasuki gerbang hmi ungkap dedi selaku ketua umum hmi komisariat isip.dedi dikenal sebagai sosok pendiam tetapi penovenal sebab setiap pertemuanya kepada kader dia selalu mengungkapakan bahwa kita di ciptakan Tuhan dua kaki,dua tangan,dua telinga dan satu mulut dengan sempurna denganpenciptaan tersebut filosofis tersebut harus dapt kita maknai dan terjemahkan yang mana itinya yaitu sedikit bicara tetapi banyak bekarya.
diakhir wawancara kami bersama beliau mengungkapkan bahwa harapan besar kepada kader baru untuk bisa mendukung berjalanya kaderisasi di isip ndan mampu membwa nanam komisariat ke garda terdepan sekomisariat untan indonesia pada umumnya
di ditempat yang sama akan tetapi berbeda tokoh yang kami wawancari bahwa LK I merupankan langkah awal untuk memasuki gerbang hmi ungkap dedi selaku ketua umum hmi komisariat isip.dedi dikenal sebagai sosok pendiam tetapi penovenal sebab setiap pertemuanya kepada kader dia selalu mengungkapakan bahwa kita di ciptakan Tuhan dua kaki,dua tangan,dua telinga dan satu mulut dengan sempurna denganpenciptaan tersebut filosofis tersebut harus dapt kita maknai dan terjemahkan yang mana itinya yaitu sedikit bicara tetapi banyak bekarya.
diakhir wawancara kami bersama beliau mengungkapkan bahwa harapan besar kepada kader baru untuk bisa mendukung berjalanya kaderisasi di isip ndan mampu membwa nanam komisariat ke garda terdepan sekomisariat untan indonesia pada umumnya
Rabu, 06 Oktober 2010
kepemimpinan ( biografi singkat )
NAMA : DEDI
NIM : E01107024
M.K : KEPEMIMPINAN
Aku anak kedua dari enam bersaudara, kehidupan keluarga kami boleh dikatakan sederhana sebab secara ekonomi kami termasuk keluarga ekonomi lemah.Hal tersebut tidak lah membuat urung kedua orang tua ku untuk menyekolahkan ku dan adik – adiku hingga aku sekarang bisa kuliah di kampus perjuangan‘kata teman – teman kampus ku”.Sejak kecil aku dan adik – adiku ditempa agar mandiri oleh kedua orang tuaku. Ketika aku beranjak kelas dua SD aku sudah dikirim orang tuaku kepada Nenek sebelah bapakku di desa lain untuk kesekolah Madrasah Ibtidaiah dengan alasan agar kualitas ilmu yang didapat lebih baik karena di MI yang aku pidahi dari SD selain kulitas pendidikan terbaik dikecamtan kami, disana aku juga bisa belajar agama islam lebih baik dan banyak serta lebih dalam. Kalau di pikir – pikir seusia ku kelas 2 Madrasah ( 7 Tahun ) masih belum bisa seharusnya pisah dengan kedua orang tua tapi namun apa kan daya itu demi kemandirian dan keilmuanku yang aku rasakan hingga sekarang.
Usia SD/MI ku selama enam tahun berlalu hingga aku beranjak ke bangku SMP.Untuk mendapatkan pendidikan di SMP terbaik dikecamatan kami aku harus hijrah lagi ke desa dimana SMP itu bagus prestasinya,maka pindah lagi aku dan harus berpisah lagi dengan orang tuaku dan nenek sebelah ayakku dan aku sekarang harus tinggal lagi di tempat nenek sebelah Ibuku yang pas sekali dekat SMP yang terbai tersebut. Dalam menjalani kehidupan sebagai siswa maka aku dan kawan sekelas aktif belajar kelompok,ikut kegiatan ekstra kulikuler seperti pramuka dan bahkan menjadi pelatih pramuka .waktu SMP juga aku pernah menjadi anggota pengurus OSIS.sejak SMP kesenanganku terhapa organisasi tumbuh dengan semangat,setiap kegitan tidak mau tinggal hingga selesai SMP.
Di usiaku waktu SMA sifat cinta ikut Organisasi tidak kian urung dan berubah dari pengurus bagian paling bawah – bawah atau bagian memeriahkan sera bagian suruh - suruh senior,sebab pikirku untuk menjadi pemimpin aku harus menjalani proses – prosen,step by step sebab hal tersebut menjadikan pengalaman kedepan,alhasil ketika aku kelas dua SMA aku mencalonkan diri utuk menjadi ketua OSIS yang boleh di katakan tangguh sebab selain aku punya beugroud organisasi pramuka sekolah yang massanya banyak serta pengalaman yang kudapat aku juga akrab dengan para dewan guru serta anak – anak baru.Proses pemilihan ketua osis pun terlaksanan baik itu dari kampanye penyampain visi – dan misi maupaun mencoblos hasilnya maka terpilihlah diriku menjadi ketua osis dengan meraup suara sekitar 85 %. Selama kepemimpinanku di OSIS banyak juga program – program yang kulaksanakan seperti pertandingan persahabatan antar sekolah dlam bidang olahraga,kunjungan ke SMA lain,mengadakan ekstra kulikuler sperti pramuka,mengadakan madding,sanggar tari dan banyak lainya yang mana hal tersebut membawa pada suatu pelajaran yang terbaik dalam hidupku hal tersebut juga berdampak baik pada kehidupan sebagai mahasisiwaku.
Cerita punya cerita akhirnya kuliah juga diriku di UNTAN dengan bermodal nekat dan kemampuan sebab bagi keluarga kami dalam planning keluarga aku bakal tidak akan kuliah sebab anggara rumah tangga lagi deficit kata ibu ku.satu hal juga yang tidak terlepas mengapa aku bisa kuliah di Fisip UNTAN selain Izin Allah adalah karena aku Lulus tampa tes yaitu lewat jalur PMDK.
Awal dari minat berorganisasi yang tinggi aku dari masuk kuliah hingga sekarang masuk salah satu induk dari induk organisasi kemahasiwaan daerah khusunya kabupaten Sambas adalah di organisasi KOMITE MAHASIWA KABUPATEN SAMBAS (KMKS).Bagi aktivis mahsiswa yang sifatnya internal maupun eksternal kampus pasti kenal namanya KMKS.Selain organisasi KMKS aku juga dari masuk kuliah memilih salah satu oraganisasi yang sudah menasional yaitu Himpunan Mahasiswa Islam dan alhamdulillah pada tahun ini atau periode 2010 ini aku di percayakan kawan – kawan kader HMI untuk memimpin oraganisasi tersebut sebagai ketua Umum HMI Komisariat ISIP untan cabang Pontianak.Organisasi mahasiswa kecamatan aku juga diberikan kepercayaan untuk memimpin hal tersebut.untuk organisasi internal kampus aku juga bergabung sebagai anggota pengurus Himpunan jurusan dan anggota badan eksekutif ( BEM ) Fisip Untan.
Dari bermacam – macam Baground organisasi yang ku emban khususnya pada puncak kepemimpinan aku masih merasakan dengan sadar oleh dirku sendiri bahwa diriku punya kelemahan kusunya dalm bidang berkomunikasi dengan anggota – anggota, kemampuan berbicara maupun berintonasi masih sangat kurang sekali untuk mengeksplore ide – ideku,aku juga merasakn ke percayaanku dalam memimpin sebab filosofi hidupkua adalah bahwa Allah menciptakan kedua telinga,kedua tangan,kedua kaki dan satu mulut yang artinya secara menyeluruh dapat disimpulakn yaitu sedikit bicara banyak bekarya.
Hal yang sangat merasa aneh kepada diriku yang kurasakan dan selalu bertanya dalam diri adalah mengapa ya aku bias memimpin suatu organisasi atau menjadi ketua padahal secara ke killmuan,komunikasiku yang sangat kurang,pengumpulan massa kurang bias di beri amanat oleh kawan – kawan untuk memimpin mereka. Mungkin kah itu takdir hidupku dilahirkan untuk jadi pemimpin ( mudahan – mudahan saja ) atau mungkin karena kemampuanku bekerja dan loyal serta berkomitmen pada oraganisasi tersebut ( mungkin juga x ).
Satu hal juga yang ingin kusampaikan pada akhir tulisan ini apakah aku salah bermimpi dan berkeinginan untuk memimpin daerahku ( Kabupaten Sambas ) kedepan sebab dalam benakku sadar maupun tidak sadar itu sudah menjadi impianku dan cita – citaku sehinga disetiap buku kuliahku aku selalu menulis Prof.DR.Dedi.Bupati Sambas periode 2031 -2036 ( mudah – mudahan Allah Meridhi..Amin ).
NIM : E01107024
M.K : KEPEMIMPINAN
Aku anak kedua dari enam bersaudara, kehidupan keluarga kami boleh dikatakan sederhana sebab secara ekonomi kami termasuk keluarga ekonomi lemah.Hal tersebut tidak lah membuat urung kedua orang tua ku untuk menyekolahkan ku dan adik – adiku hingga aku sekarang bisa kuliah di kampus perjuangan‘kata teman – teman kampus ku”.Sejak kecil aku dan adik – adiku ditempa agar mandiri oleh kedua orang tuaku. Ketika aku beranjak kelas dua SD aku sudah dikirim orang tuaku kepada Nenek sebelah bapakku di desa lain untuk kesekolah Madrasah Ibtidaiah dengan alasan agar kualitas ilmu yang didapat lebih baik karena di MI yang aku pidahi dari SD selain kulitas pendidikan terbaik dikecamtan kami, disana aku juga bisa belajar agama islam lebih baik dan banyak serta lebih dalam. Kalau di pikir – pikir seusia ku kelas 2 Madrasah ( 7 Tahun ) masih belum bisa seharusnya pisah dengan kedua orang tua tapi namun apa kan daya itu demi kemandirian dan keilmuanku yang aku rasakan hingga sekarang.
Usia SD/MI ku selama enam tahun berlalu hingga aku beranjak ke bangku SMP.Untuk mendapatkan pendidikan di SMP terbaik dikecamatan kami aku harus hijrah lagi ke desa dimana SMP itu bagus prestasinya,maka pindah lagi aku dan harus berpisah lagi dengan orang tuaku dan nenek sebelah ayakku dan aku sekarang harus tinggal lagi di tempat nenek sebelah Ibuku yang pas sekali dekat SMP yang terbai tersebut. Dalam menjalani kehidupan sebagai siswa maka aku dan kawan sekelas aktif belajar kelompok,ikut kegiatan ekstra kulikuler seperti pramuka dan bahkan menjadi pelatih pramuka .waktu SMP juga aku pernah menjadi anggota pengurus OSIS.sejak SMP kesenanganku terhapa organisasi tumbuh dengan semangat,setiap kegitan tidak mau tinggal hingga selesai SMP.
Di usiaku waktu SMA sifat cinta ikut Organisasi tidak kian urung dan berubah dari pengurus bagian paling bawah – bawah atau bagian memeriahkan sera bagian suruh - suruh senior,sebab pikirku untuk menjadi pemimpin aku harus menjalani proses – prosen,step by step sebab hal tersebut menjadikan pengalaman kedepan,alhasil ketika aku kelas dua SMA aku mencalonkan diri utuk menjadi ketua OSIS yang boleh di katakan tangguh sebab selain aku punya beugroud organisasi pramuka sekolah yang massanya banyak serta pengalaman yang kudapat aku juga akrab dengan para dewan guru serta anak – anak baru.Proses pemilihan ketua osis pun terlaksanan baik itu dari kampanye penyampain visi – dan misi maupaun mencoblos hasilnya maka terpilihlah diriku menjadi ketua osis dengan meraup suara sekitar 85 %. Selama kepemimpinanku di OSIS banyak juga program – program yang kulaksanakan seperti pertandingan persahabatan antar sekolah dlam bidang olahraga,kunjungan ke SMA lain,mengadakan ekstra kulikuler sperti pramuka,mengadakan madding,sanggar tari dan banyak lainya yang mana hal tersebut membawa pada suatu pelajaran yang terbaik dalam hidupku hal tersebut juga berdampak baik pada kehidupan sebagai mahasisiwaku.
Cerita punya cerita akhirnya kuliah juga diriku di UNTAN dengan bermodal nekat dan kemampuan sebab bagi keluarga kami dalam planning keluarga aku bakal tidak akan kuliah sebab anggara rumah tangga lagi deficit kata ibu ku.satu hal juga yang tidak terlepas mengapa aku bisa kuliah di Fisip UNTAN selain Izin Allah adalah karena aku Lulus tampa tes yaitu lewat jalur PMDK.
Awal dari minat berorganisasi yang tinggi aku dari masuk kuliah hingga sekarang masuk salah satu induk dari induk organisasi kemahasiwaan daerah khusunya kabupaten Sambas adalah di organisasi KOMITE MAHASIWA KABUPATEN SAMBAS (KMKS).Bagi aktivis mahsiswa yang sifatnya internal maupun eksternal kampus pasti kenal namanya KMKS.Selain organisasi KMKS aku juga dari masuk kuliah memilih salah satu oraganisasi yang sudah menasional yaitu Himpunan Mahasiswa Islam dan alhamdulillah pada tahun ini atau periode 2010 ini aku di percayakan kawan – kawan kader HMI untuk memimpin oraganisasi tersebut sebagai ketua Umum HMI Komisariat ISIP untan cabang Pontianak.Organisasi mahasiswa kecamatan aku juga diberikan kepercayaan untuk memimpin hal tersebut.untuk organisasi internal kampus aku juga bergabung sebagai anggota pengurus Himpunan jurusan dan anggota badan eksekutif ( BEM ) Fisip Untan.
Dari bermacam – macam Baground organisasi yang ku emban khususnya pada puncak kepemimpinan aku masih merasakan dengan sadar oleh dirku sendiri bahwa diriku punya kelemahan kusunya dalm bidang berkomunikasi dengan anggota – anggota, kemampuan berbicara maupun berintonasi masih sangat kurang sekali untuk mengeksplore ide – ideku,aku juga merasakn ke percayaanku dalam memimpin sebab filosofi hidupkua adalah bahwa Allah menciptakan kedua telinga,kedua tangan,kedua kaki dan satu mulut yang artinya secara menyeluruh dapat disimpulakn yaitu sedikit bicara banyak bekarya.
Hal yang sangat merasa aneh kepada diriku yang kurasakan dan selalu bertanya dalam diri adalah mengapa ya aku bias memimpin suatu organisasi atau menjadi ketua padahal secara ke killmuan,komunikasiku yang sangat kurang,pengumpulan massa kurang bias di beri amanat oleh kawan – kawan untuk memimpin mereka. Mungkin kah itu takdir hidupku dilahirkan untuk jadi pemimpin ( mudahan – mudahan saja ) atau mungkin karena kemampuanku bekerja dan loyal serta berkomitmen pada oraganisasi tersebut ( mungkin juga x ).
Satu hal juga yang ingin kusampaikan pada akhir tulisan ini apakah aku salah bermimpi dan berkeinginan untuk memimpin daerahku ( Kabupaten Sambas ) kedepan sebab dalam benakku sadar maupun tidak sadar itu sudah menjadi impianku dan cita – citaku sehinga disetiap buku kuliahku aku selalu menulis Prof.DR.Dedi.Bupati Sambas periode 2031 -2036 ( mudah – mudahan Allah Meridhi..Amin ).
Rabu, 26 Mei 2010
Bahan kuliah MPIAN
PARADIGMA ILMU ADM. PUBLIK
PARADIGMA I
DIKOTOMI POLITIK–ADMINISTRASI (1900-1926)
LOKUS : BIROKRASI PEMERINTAHAN
TOKOH : FRANK J. GOODNOW, LEONARD D. WHITE
PARADIGMA II
PRINSIP-PRINSIP ADMINISTRASI (1927-1937)
FOKUS : KEAHLIAN DLM BENTUK PRINSIP-PRINSIP ADMI NISTRASI ( POSDCORB)
TOKOH : W.F. WLLOUGHBY ; HENRY FAYOL ; LUTHER H. GULICK & LYNDALL URWICK
PARADIGMA III
ADM. PUBLIK SEBAGAI ILMU POLITIK (1950-1970)
LOKUS : BIROKRASI PEMERINTAHAN
TOKOH : PAUL APLEBY
PARADIMA IV
ADM.PUBLIK SEBAGAI ILMU ADMINISTRASI
(1956-1970)
FOKUS : ORGANISASI DAN MANAJEMEN
TOKOH : KEITH M. HENDERSON; JAMES G. MARCH; RICHARD CYERT.
PARADIGMA V
ADM. PUBLIK SEBAGAI ADM. PUBLIK (1970-?)
LOKUS : BIROKRASI PEMERINTAHAN
FOKUS : ORGANISASI ; MANAJEMEN; KEBIJAKAN PUBLIK
TOKOH : HERBERT SIMON
KONSEP/DEFINISI PARADIGMA
1. THOMAS KHUN
Paradigma adalah keseluruhan susunan kepercayaan, nilai-nilai, serta teknik-teknik yang sama dipakai oleh anggota komunitas ilmuwan tertentu
2. ROBERT FRIEDRICHS
Paradigma adalah suatu pandangan mendasar dari suatu disiplin ilmu tentang apa yang menjadi pokok persoalan (subject matter) yang semestinya dipelajarinya.
3. GEORGE RITZER
Paradigma adalah pandangan yang mendasar dari ilmuwan tentang apa yang menjadi pokok persoalan yang semestinya dipelajari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan (dicipline).
Jadi dapat dikatakan bahwa Paradigma adalah sesuatu yang menjadi pokok persoalan dalam suatu cabang ilmu menurut versi ilmuwan tertentu.
MENGAPA TERJADI PERBEDAAN PARADIGMA?
Menurut George Ritzer ada 3 faktor penyebab :
a. Karena dari semula pandangan filsafat yang mendasari ilmuwan tentang apa yang mestinya menjadi substansi dari cabang ilmu yang dipelajarinya berbeda.
b. Sebagai konskuensi logis dari pandangan filsafat yang berbeda itu maka teori-teori yang dibangun dan dikembangkan oleh masing-masing komunitas ilmuwan itu berbeda.
c. Metode yang dipergunakan untuk memahami substansi ilmu itu juga berbeda diantara komunitas ilmuwan.
RUANG LINGKUP KAJIAN ADM. PUBLIK
BERDASARKAN PARADIGMA V YAKNI ADM. PUBLIK SEBAGAI ADM. PUBLIK DENGAN LOKUS BIROKRASI PEMERINTAHAN DAN FOKUS KAJIAN : ORGANISASI, MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK MAKA RUANG LINGKUP KAJIAN ILMU ADM.PUBLIK ADALAH :
1.ORGANISASI YANG MELIPUTI :
a. Struktur Organisasi
b. Interaksi Manusia / Perilaku Organisasi
c. Komunikasi
d. Kepemimpinan
e. Program Kerja
f. Dll.
2.MANAJEMEN YANG MELIPUTI :
Fungsi Manajemen (POAC/POSDCORB)
Sumber Manajemen (4M-6M)
3.KEBIJAKAN PUBLIK YANG MELIPUTI :
Formulasi / Analisis Kebijakan Publik
Implementasi Kebijakan Publik
Evaluasi Kebijakan Publik
B E D A ANTARA
NO. ADMINISTRASI NEGARA ADMINISTRASI NIAGA
1. Bertujuan memberikan pelayanan yg baik kepada masyarakat (public service) Bertujuan memperoleh keuntungan maksimal (profit motive)
2. Dilaksanakan berdasarkan peraturan yang berlaku Dilaksanakan dg kebijakan yg bersifat menguntungkan ( tidak selalu terikat dg ketentuan)
3. Mengutamakan kebenaran sesuai prosedur yg telah ditentukan Mengutamakan hasil yang dicapai ( tidak selalu terikat pada prosedur )
4. Bersifat monopolistic karena sifatnya mengutamakan kepentingan umum ( No competition) Bersifat persaingan bebas ( free competition )
5. Ditujukan bagi kepentingan kesejahteraan rakyat ( social welfare ) Ditujukan bagi kepentingan kesejahteraan individu / kelompok
PERBEDAAN ANTARA METODE PENELITIAN
KUALITATIF DENGAN KUANTITATIF
METODE KUALITATIF METODE KUANTITATIF
A. DISAIN
• Umum
• Fleksibel B. DISAIN
• Spesifik, jelas dan rinci
• Mantap sejak awal
C. TUJUAN
• Memperoleh pemahaman, makna
• Mengembangkan teori
• Menggambarkan realitas yang kompleks
• Menemukan pola hub yg bersifat interaktif D. TUJUAN
• Menunjukkan hubungan variable
• Mencari perbedaan kondisi variabel
• Menguji teori
• Mencari generalisasi
E. TEKNIK PENGUMP. DATA
• Wawancara, observasi
• Dokumentasi
• Triangulasi F. TEKNIK PENGUMP. DATA
• Penyebaran Angket
• Dokumentasi
• Wawancara (jika diperlukan)
G. INSTRUMEN PENEL
• Peneliti sendiri/Pedoman wawancara
• Tape recorder, Kamera, Catatan H. INSTRUMEN PENEL
• Angket
• Alat pencatat
I. DATA
• Deskriptif
• Dokumen, ucapan responden J. DATA
• Kuantitatif
• Hasil pengukuran variable
K. SAMPEL
• Kecil, Non random
• Tidak harus representatif L. SAMPEL
• Besar, Random, ditentukan sejak awal.
• Representatif
M. ANALISIS
• Induktif, mencari pola N. ANALISIS
• Deduktif, menguji hipotesis
O. HUB. DG. RESPONDEN
• Empati, akrab
• Jangka lama P. HUB. DG. RESPONDEN
• Sering tanpa kontak langsung
• Jangka pendek
Q. KAPAN PENELITIAN DIANGGAP SELESAI
Setelah tidak ada data yang baru / sudah jenuh R. KAPAN PENELITIAN DIANGGAP SELESAI
Setelah semua data yang direncanakan dapat terkumpul.
S. KEPERCAYAAN THD HASIL PENELITIAN
Pengujian kredibilitas, dependabilitas, proses dan hasil penelitian T. KEPERCAYAAN THD HASIL PENELITIAN
Pengujian validitas dan reliabelitas instrumen penelitian
A. TIPE INFORMASI YANG LEBIH SESUAI DIPECAH KAN MELALUI PENELITIAN KUALITATIF
1. MEMAHAMI MAKNA YANG MENDASARI TINGKAH LAKU PARTISIPAN.
2. UNTUK MENDESKRIPSIKAN LATAR DAN INTERAKSI YANG KOMPLEKS DARI PARTISIPAN.
3. EKSPLORASI UNTUK MENGIDENTIFIKASI TIPE-TIPE INFORMASI BARU YANG HENDAK DIKUMPULKAN.
4. UNTUK MEMAHAMI KEADAAN YANG TERBATAS JUMLAHNYA, DENGAN FOKUS YANG MENDALAM DAN RINCI.
5. UNTUK MENDESKRIPSIKAN FENOMENA GUNA MELAHIRKAN SESUATU TEORI.
6. MEMPERSOALKAN VARIABEL-VARIABEL MENURUT PANDANGAN DAN DEFINISI PARTISIPAN.
7. MENGHENDAKI DESKRIPSI DAN KONKLUSI YANG KAYA TENTANG KONTEKS.
8. MENGHENDAKI TERFOKUS PADA INTERAKSI MANUSIA DAN PROSES-PROSES YANG MEREKA GUNAKAN.
B. TIPE-TIPE INFORMASI YANG LEBIH SESUAI DIPECAH-KAN MELALUI PENELITIAN KUANTI-TATIF
1. UNTUK MENGETAHUI TINGKAH LAKU YANG TEROBSERVASI.
2. UNTUK MENSENTESIS DAN MENGIKHTI SARKAN MANA VARIABEL TERPENTING PENGARUHNYA
3. MERINGKAS IKHTISAR-IKHTISAR DARI APA YANG TELAH DIKETAHUI
4. UNTUK MEMAHAMI BANYAK KEADAAN DENGAN FOKUS YANG LUAS
5. UNTUK MENDESKRIPSIKAN FENOMENA DALAM LATAR YANG TERKENDALI GUNA PENGUJIAN TEORI.
6. MEMPERSOALKAN VARIABEL-VARIABEL ME-NURUT PANDANGAN DAN DEFINISI PENELITI.
7. MENGHENDAKI GENERALISASI YANG BEBAS KONTEKS
8. MENGHENDAKI TERFOKUS PADA PRODUK DAN HASIL YANG DIPEROLEH.
ANATOMI PENELITIAN KUALITATIF
1. JUDUL
2. MASALAH PENELITIAN
• Latar Belakang Masalah
• Ruang Lingkup Masalah *
• Perumusan Masalah
3.TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
4. TINJAUAN PUSTAKA *
5. HIPOTESIS (Jika perlu) *
6. METODE PENELITIAN
a. Jenis Penelitian
b. Lokasi Penelitian
c. Sumber Data *
d. Teknik Pengumpulan Data
e. Alat Pengumpul Data
f. Teknik Analisis Data
7. GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN
8. HASIL PENELITIAN
• Deskripsi Aspek/fokus Penelitian sekaligus pembahasan
• Pengujian Hipotesis (Jika perlu) *
• Kesimpulan dan Saran
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR LAMPIRAN
ANATOMI PENELITIAN KUANTITATIF
1. JUDUL
2. MASALAH PENELITIAN
• Latar Belakang Masalah
• Pembatasan Masalah (Pembatasan Variabel Penel) *
• Perumusan Masalah
3. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
1. TINJAUAN PUSTAKA / KERANGKA TEORI *
2. HIPOTESIS *
3. METODE PENELITIAN
a. Jenis Penelitian
b. Lokasi Penelitian
c. Populasi dan Sampel *
d. Teknik Pengumpulan Data
e. Alat Pengumpul Data
f. Teknik Analisis Data
4. GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN
5. HASIL PENELITIAN
• Deskripsi Variabel Penelitian
• Pengujian Hipotesis *
• Pembahasan
6. KESIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR LAMPIRAN
MASALAH PENELITIAN
A.KONSEP
• Masalah adalah kondisi adanya perbedaan antara yang seharusnya (das sollen) dengan kenyataan yang terjadi das sein).
• Masalah adalah kondisi adanya kesenjangan antara apa yang diharapkan dengan realita (apa yang terjadi)
• Masalah adalah kondisi adanya gap antara teori, norma, aturan, harapan dengan praktek, empiris atau realita yang terjadi.
B. SUMBER MASALAH PENELITIAN
• SUMBER TEORITIK : Masalah penelitian dapat diperoleh dari telaah buku-buku teks. Masalah yang bersumber dari telaah buku (teoritik) akan banyak memberikan sumbangan dalam memperkaya dan memperluas khasanah ilmu pengetahuan.
• SUMBER
• EMPIRIK : Masalah penelitian dapat diperoleh dari hasil pengamatan atau pengalaman yang terjadi di lapangan. Pengamatan dan pengalaman ini bisa berasal dari hasil penelitian terdahulu, laporan-laporan maupun dokumen-dokumen resmi yang tersedia (BPS, Instansi pemerintah, maupun lembaga yang lain).)
• SUMBER YANG LAIN (Para ahli atau Policy maker) : Selain dua sumber di atas masalah penelitian dapat diperoleh dari para ahli maupun para policy maker. Para karena memiliki wawasan yang luas maka tidak jarang mereka mengungkapkan berbagai masalah penelitian yang berbobot dan perlu dicarikan solusinya dengan suatu penelitian. Selain itu para policy maker juga sering mengungkapkan berbagai masalah yang dihadapi berkaitan dengan tugas dan tanggungjawabnya. Masalah tersebut perlu dipecahkan melalui suatu penelitian guna menentukan kebijakan secara tepat.
C. KRITERIA MASALAH YANG LAYAK UNTUK DITELITI :
• Dapat dipecahkan dengan penelitian empirik (tersedia data)
• Merupakan masalah kritis yang perlu segera dipecahkan.
• Menarik dan menjadi focus perhatian masayrakat
• Memiliki nilai teorits dan praktis.
• Tidak berkenaan dengan hal-hal yang berkaitan dengan etika, moral dan nilai keyakinan.
B. LATAR BELAKANG MASALAH
• Urgensi focus kajian penelitian : Di sini peneliti harus dapat meyakinkan orang lain bahwa focus yang diajukan itu memang betul-betul urgen untuk dipecahkan. Jika berhasil dipecahkan akan membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat dan sebaliknya.
• Data pendukung -------- Fenomena /gejala
C. RUANG LINGKUP / PEMBATASAN MASALAH
• Mengidenfikasi semua focus kajian penelitian atau semua variable yang terkait dengan masalah penelitian.
• Membatasi focus kajian atau variable penelitian
D. PERUMUSAN MASALAH
• Perumusan masalah harus dalam bentuk kalimat yang jelas dan tegas serta tidak menimbulkan perbedaan penafsiran.
• Perumusan masalah boleh dalam bentuk pernyataan (statement)
• Perumusan masalah boleh dalam bentuk pertanyaan (question)
• Tetapi secara metodologis dianjurkan dalam bentuk question guna memperjelas arah penelitian.
• Bentuk (jenis) masalah bisa diskriptif, komparatif maupun korelasional.
• Masalah diskriptif adalah suatu permasalahan penelitian yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variable mandiri,baik pada satu variable atau lebih. Contoh : Seberapa baik tingkat efektivitas implementasi program KB di Kecamatan Pontianak Timur?
• Masalah komparatif adalah permasalahan penelitian yang bersifat membandingkan keberadaan satu variable atau lebih pada dua atau lebih sampel (kelompok) yang berbeda. Contoh : Adakah perbedaan tingkat efektivitas implementasi program JPS Bidkes di Kecamatan A dan B?
• Masalah korelasional adalah permasalahan penelitian yang berusaha mencari hubungan atau pengaruh dua variable atau lebih. Contoh : Apakah ada hubungan / pengaruh Komunikasi, Kondisi sosek dan Struktur birokrasi terhadap Efektivitas Implementasi Program IDT di Kabupaten Sanggau.
ALUR PEMIKIRAN PERUMUSAN JUDUL
CONTOH TEORI
TEORI PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI
Hidayat dan Sucherly menjelaskan bahwa ada 7 faktor yang dianggap sebagai factor penjelas terhadap produktivitas kerja pegawai yakni :
Fasilitas kerja
Teknologi
Praktek Manajemen
Gaya kepemimpinan
Ketrampilan
Motivasi kerja
Lingkungan kerja
TEORI DISIPLIN KERJA PEGAWAI
Suharsono Sagir mengungkapkan bahwa factor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat disiplin kerja pegawai adalah :
Kepemimpinan
Pengawasan
Rasa aman
Balas jasa
Penghargaan
Lingkungan kerja
Hubungan antar pegawai
TEORI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PUBLIK
Van Matter dan Van Horn mengidentifikasi 6 faktor atau variable yang dapat mempengaruhi efektivitas implementasi kebijakan yaitu :
Kejelasan tujuan
Komunikasi antar organisasi
Karakteristik pelaksana
Resources
Kondisi social, ekonomi dan politik
Disposisi pelaksana
KONSEP / DEFINISI VARIABEL DAN INDIKATOR
A. PRODUKTIVITAS KERJA
Produktivitas kerja adalah rasio antara kepuasan yang diperoleh dengan usaha yang dilakukan dengan indicator :
1. Efektivitas
2. Efisiensi
3. Kualitas hasil
B. DISIPLIN KERJA
Disiplin kerja adalah ketaatan atau kepatuhan pegawai pada aturan-aturan, norma-norma, instruksi-instruksi dan lain-lain yang dinyatakan berlaku bagi yang bersangkutan dengan indicator :
1. Datang dan pulang kator tepat waktu
2. Menggunakan pelatan kantor dengan hati-hati
3. Berpakaian rapi sesuai ketentuan
4. Bersemangat tinggi dalam bekerja
5. Mematuhi semua aturan yang berlaku
C. EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN
Efektivitas Implementasi kebijakan adalah tingkat pencapaian hasil yang diharapkan dari pelaksanaan suatu kebijakan dengan indicator :
1. Kelancaran pelaksanaan kebijakan
2. Pencapaian tujuan
METODE PENELITIAN
A.JENIS PENELITIAN
Jenis penelitian dalam bidang ilmu social memang beraneka ragam, tergantung dari sudut pandang yang digunakan sebagai dasar untuk menggolongkannya.
Jenis penelitian yang sering digunakan dalam penelitian Administrasi Negara antara lain adalah :
JENIS PENELITIAN
TUJUAN PENDEKATAN TINGKAT EKSPLANASI
1.MURNI
2.TERAPAN 1.SURVEY
2.EXPOST FACTO
3.EKSPERIMEN 1.DISKRIPTIF
2.KOMPARATIF
3.KORELASIONAL
PENELITIAN MURNI (DASAR)
Penelitian Murni (Dasar) bertujuan untuk mengembangkan teori dan tidak memperhatikan kegunaan yang bersifat praktis.
Penelitian murni berkenaan dengan penemuan prinsip-prinsip atau pengetahuan baru.
Penelitian Dasar pada umumnya dilakukan pada laboratorium yang kondisinya terkontrol secara ketat.
PENELITIAN TERAPAN
Penelitian Terapan dilakukan dengan tujuan menerapkan, menguji, dan mengevaluasi kemampuan suatu teori dengan diterapkan dalam memecahkan masalah-masalah praktis.
Penelitian terapan berkenaan dengan penggunaan prinsip-prinsip atau pengetahuan ilmiah yang telah ada untuk memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan praktis.
PENELITIAN SURVEY
Penelitian survey adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar / kecil dengan mempelajari data yang diperoleh dari sampel.
Penelitian survey ini pada umumnya untuk memperoleh generalisasi dari hasil kajian sampel.
PENELITIAN EXPOST FACTO
Penelitian expost facto adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut ke belakang melalui data guna menemukan factor-faktor yang yang menentukan sebab-sebab terjadinya peristiwa yang diteliti.
PENELITIAN EKSPERIMEN
Penelitian eksperimen adalah suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variable tertentu terhadap variable yang lain dalam kondisiyang terkontrol secara ketat.
Penelitian eksperimen ini dapat dibedakan antara penelitian eksperimen murni (pure experiment) penelitian eksperimen semu (quasi experiment).
Perbedaan tersebut terletak pada kemampuan peneliti dalam mengontrol variable penelitian.
PENELITIAN DISKRIPTIF
Penelitian diskriptif pada umumnya dilakukan untuk menggambarkan secara jelas dan akurat kondisi suatu variable secara mandiri
Penelitian diskriptif tidak membuat perbandingan atau menghubungkan variable yang satu dengan variable yang lain.
PENELITIAN KOMPARATIF
Penelitian komparatif adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan variable penelitian.
Dalam penelitian komparatif variabel masih mandiri tetapi sampel lebih dari satu kelompok.
PENELITIAN KORELASIONAL
Pada penelitian korelasional ini minimal ada dua variable yang ingin dikorelasikan (dihubungkan).
Penelitian korelasional ini berusaha untuk mencari hubungan antara variable yang satu dengan variable lainnya.
B.LOKASI PENELITIAN
• Berikan alasan pemilihan lokasi baik alasan metodologis maupun alasan praktis.
• Alasan metodologis adalah alasan yang didasarkan adanya masalah krusial di lokasi yang perlu segera dicarikan solusinya. Sementara alasan praktis dikaitkan dengan alasan yang bersifat subyektif demi kelancaran pelaksanaan penelitian.
C. SUMBER DATA / POPULASI DAN SAMPEL
• Sumber data lazimnya digunakan dalam penelitian kualitatif dengan penentuan informan secara non probabilitas. Jumlah informan disesuaikan dengan keperluan dengan prinsip ketercakupan informasi. Artinya jumlah informan dianggap cukup jika semua informasi yang diperlukan telah dapat diperoleh secara optimal.
• Populasi dan Sampel lazimnya digunakan dalam penelitian kuantitatif. Sampel ditentukan secara probabilitas dengan prinsip representatif. Jumlah sampel minimal ditetapkan dengan rumus-rumus statistik atau table sampel dari Krejcie.
D.TEKNIK PENGUMPULAN DATA
• WAWANCARA ---- Wawancara bebas dan mendalam --- wawancara terstruktur.
• PENYEBARAN QUESTIONER ----- Questioner bersifat tertutup.
• OBSERVASI ------ partisipan atau non partisipan
• DOKUMENTASI ----- data sekunder atau dokumen-dokumen
• Teknik pengumpulan data ini dipilih sesuai keperluan bisa salah satu atau gabungan dari beberapa teknik.
INSTRUMEN PENELITIAN
A. SUMBER DATA
B. TEKNIK / METODE PENGUMPULAN DATA
C. INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA
D. MENYUSUN INSTRUMEN PENELITIAN
OBSERVASI
Observasi (pengamatan) merupakan salah satu metode pengumpulan data dengan cara menggunakan indera khususnya indera penglihatan.
Observasi ini merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang penting krn observasi memiliki keunggulan yang tak dimiliki oleh teknik wawancara.
a.OBYEK OBSERVASI
Yang menjadi obyek observasi dalam suatu penelitian pada umumnya adalah situasi social yang meliputi :
1. Lokasi/fisik tempat situasi social itu berlangsung
9. Pelaku/aktor yang menduduki status/posisi tertentu dan memainkan peranan.
10. Kegiatan / aktivitas para pelaku pada lokasi berlangsungnya situasi social
b.JENIS OBSERVASI
Observasi dalam penelitian dapat dibedakan menjadi
1. Observasi non-partisipan yakni observasi dimana peneliti dalam melakukan pengamatan tidak terlibat secara langsung dalam obyek atau kegiatan yang diobservasi. Artinya peneliti berada di luar obyek observasi.
2. Observasi partisipatif adalah observasi dimana peneliti terlibat secara langsung dalam kegiatan / obyek yang diobservasi. Observasi partisipatif ini meliputi beberapa tingkatan yakni :
• Partisipasi Pasif : Peneliti lebih menonjol sebagai peneliti di suatu situasi social, meskipun kadang-kadang juga ikut serta secara seadanya sebagai pelaku kegiatan sebagaimana layaknya orang dalam.
• Partisipasi Moderat : tampak adanya keseimbangan antara peranan partisipasi dengan peranan observasi.
• Partisipasi Aktif : peneliti tampak melakukan apa yang dilakukan orang dalam pada situasi social, tidak hanya untuk diterima oleh subyek-subyek yang diteliti, tetapi juga untuk lebih menghayati kegiatan-kegiatan para pelaku yang sedang diobservasi.
• Partisipasi Sepenuhnya : peneliti benar-benar bertindak sebagai orang dalam situasi social yang ditelitinya. Biasanya ini hanya bisa dilakukan jika peneliti melakukan penelitian di lingkungan unit kerjanya sendiri.
c.TAHAP OBSERVASI
Dalam penelitian (kualitatif) dikenal ada 3 tahap observasi yaitu
• Observasi Diskriptif : Observasi ini biasanya dilakukan pada tahap eksplorasi umum. Pada tahap ini peneliti berusaha melakukan observasi sebanyak mungkin elemen-elemen dari obyek yang diteliti.
• Observasi Terfokus : Observasi jenis ini dilakukan sebagai kelanjutan observasi diskriptif. Pada tahap ini observasi lebih terfokus terhadap detil atau rincian suatu obyek observasi.
• Observasi Terseleksi : Observasi ini biasanya dilakukan untuk mendapatkan data yang diperlukan secara lebih mendetil dari obyek penelitian.
DOKUMENTASI
Salah satu teknik pengumpulan data dalam penelitian yang tak pernah dapat ditinggalkan yakni teknik Dokumentasi. Teknik dokumentasi adalah cara pengumpulan data dimana peneliti berusaha memperoleh data / informasi yang diperlukan dengan cara mengumpulkan dokumen atau record yang dapat berupa :
• Dokumen pribadi
• Dokumen resmi (laporan pertanggungjawaban, program kerja, hasil pemeriksaan, keputusan-keputusan atau kebijakan-kebijakan dll.)
• Foto-foto atau gambar.
Lincoln dan Guba menegaskan bahwa data yang berupa dokumen merupakan sumber data yang stabil dan mungkin juga akurat. Dokumen-dokumen tersebut dapat dianalisis secara berulang tanpa mengalami perubahan.
WAWANCARA (INTERVIEW)
Ditinjau dari pelaksanaannya teknik wawancara dapat dibedakan menjadi :
• WAWANCARA BEBAS : Interviewer melakukan wawancara (interview) secara bebas tanpa harus memegang pedoman / item-item pertanyaan. Wawancara jenis ini berlangsung secara santai dan seringkali interviewee (orang yang diwawancara) tidak menyadari bahwa ia sedang diinterview. Dalam wawancara bebas ini pokok-pokok pertanyaan sudah dikuasai sepenuhnya oleh interviewer, sehingga wawancara berlangsung secara lancar dan fleksibel tidak kaku dan membosankan. Salah satu kelemahan wawancara ini adalah memerlukan waktu yang lama dan seringkali arah wawancara tidak terkendali.
• Wawancara Terpimpin : yakni wawancara yang dilakukan oleh interviewer dengan membawa daftar pertanyaan yang disusun secara rinci. Wawancara jenis ini juga dikenal dengan wawancara terstruktur. Disini interviewer membacakan pertanyaan-pertanyaan dan informan diminta untuk menjawabnya secara bebas sesuai dengan pendapat atau pengetahuan mereka. Wawancara ini memang relatif lebih cepat namun sering membosankan.
Wawancara Bebas Terpimpin : wawancara ini merupakan gabungan dari wawancara bebas dengan wawancara terpimpin. Disini interviewer membawa daftar pertanyaan sebagai pedoman atau guide dalam melakukan wawancara. Item pertanyaan tidak selalu ditanyakan secara berurutan kepada interviewee tetapi tergantung perkembangan dalam proses wawancara. Oleh karena itu proses wawancara tetap berlangsung secara fleksibel namun tetap terkendali.
E.ALAT PENGUMPUL DATA
• Pedoman wawancara : Pedoman wawancara ini biasanya dibuat dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan pokok penelitian. Dalam proses wawancara pertanyaan dapat dikembangkan lebih jauh sesuai dengan kondisi di lapangan. Begitu pula dalam menanyakan kepada responden atau informan item pertanyaan tidak harus selalu berurutan, tetapi sesuai dengan proses dialog di lapangan. Hal ini agar proses wawancara tidak terasa kaku.
• Quistioner atau angket : Quistioner atau angket ini biasanya digunakan digunakan dalam penelitian kuantitatif (walaupun tidak mutlak). Angket ini biasanya disusun dalam bentuk tertutup (semua item pertanyaan disediakan alternatif jawaban) sehingga responden tinggal memilih diantara alternatif jawaban yang dianggap paling tepat.
• Check list, kamera, alat teropong : Alat ini biasanya digunakan untuk melakukan observasi. Check list adalah daftar obyek yang akan diamati di lapangan. Kamera biasanya untuk mengabadikan obyek atau peristiwa yang menjadi focus pengamatan. Begitu pula teropong digunakan untuk mengamati obyek penelitian dari jarak jauh sehingga tidak mengganggu kondisi obyek penelitian.
F.TEKNIK ANALISIS DATA
• Pendekatan kualitatif : perlu dijelaskan langkah yang ditempuh dalam rangka analisis data. Misalnya jika mengacu pada pendapat Miles dan Huberman langkah yang perlu dilakukan adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi data serta penarikan kesimpulan.
• Pendekatan kuantitatif : di sini peneliti perlu menjelaskan teknik statistik apa yang akan digunakan dalam mengolah data dan pengujuan hipotesis.
A. PROBABILITY SAMPLING ADALAH TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL YANG MEMBERIKAN PELUANG YANG SAMA BAGI SETIAP ANGGOTA POPULASI UNTUK DIPILIH MENJADI SAMPEL. TEKNIKSAMPLING INI LAZIMNYA DIGUNAKAN DALAM PENELITIAN KUANTITATIF.
C. NON PROBABILITY SAMPLING ADALAH TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL YANG TIDAK MEMBERI PELUANG / KESEMPATAN YANG SAMA BAGI ANGGOTA POPULASI UNTUK DIPILIH MENJADI SAMPEL. TEKNIK INI LAZIMNYA DIGUNAKAN DALAM PENELITIAN KUALITATIF.
A.SIMPLE RANDOM SAMPLING
Dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi. Teknik sampling ini dapat dilakukan jika anggota populasi dianggap homogin.
B.PROPORTIONATE STRATIFIED RANDOM SAMPLING
Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota yang tidak homogin dan berstrata secara proporsional. Strata ini bisa dilihat dari jejnjang pendidikan untuk populasi pegawai dari suatu instansi. Jika populasi mahasiswa bisa dilihat pada angkatan/semester dsb. Oleh karena itu jumlah sampel masing-masing strata diambil secara proporsional. Artinya kelompok strata yang besar dalam populasi akan memiliki jumlah yang besar dan sebaliknya.
C.DISPROPORTIONATE STRATIFIED RANDOM SAMPLING
Teknik digunakan untuk menetukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional. Misalnya pegawai dari suatu instansi mempunyai komposisi seperti : 3 orang lulusan S3, 4 orang lulusan S2, 90 orang lulusan S1, 800 orang lulusan SLTA dan 700 orang lulusan SLTP. Jika kondisi seperti lebih baik untuk lulusan S3 dan S2 diambil semuanya baru untuk lulusan yang lain diambil secara proporsional.
D.CLUSTER / AREA RANDOM SAMPLING
Teknik cluster random sampling ini digunakan untuk menentukan sampel bila populasi terdiri dari beberapa kelompok yang tidak berstrata. Misalnya populasi adalah masyarakat desa yang terdiri dari petani, pedagang, buruh/karyawan, PNS. dsb. Oleh karena itu sampel harus diambil secara proporsional dari masing-masing kelompok dan kemudian dirandom.
Teknik area random sampling digunakan untuk menentukan sampel bila obyek yang akan diteliti berada pada area atau wilayah yang sanga luas. Misalnya penduduk dari suatu Kabupaten yang terdiri dari beberapa Kecamatan dan masing-masing kecamatan terdiri dari beberapa desa/kelurahan. Oleh karena itu di sini pengambilan sampel perlu dilakukan secara bertahap mulai dari Kecamatan yang menjadi sampel, kemudian Desa/kelurahan dan pada akhirnya warga yang menjadi sampel. Ini semua tentunya perlu dilakukan secara saksama agar sampel yang diambil benar-benar representatif.
E.SAMPLING SISTEMATIS
Sampling sistematis adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Misalnya anggota populasi yang teridiri dari 100 orang. Dari semua anggota ini diberi nomor urut yakni dari nomor 1 sampai dengan nomor 100. Pengambilan sampel dapat dipilih dari anggota populasi yang bernomor urut ganjil saja atau genap saja, atau bisa dari anggota populasi dengan kelipatan bilangan tertentu, misalnya kelipatan bilangan 5, (1,5,10,15) dsb.
G.SAMPLING KUOTA
Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Sebagai contoh ingin mengetahui pendapat masyarakat terhadap pelayanan pembayaran Pajak kendaraan bermotor. Jumlah yang ditetapka adalah 200 orang. Oleh karena itu pengumpulan sampel harus mencapai 200 orang tersebut. Jika pengumpul data ada 5 orang berarti setiap orang harus mengumpulkan sampel sebanyak orang sampel.
G.SAMPLING INSIDENTAL
Sampling insidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan. Maksudnya siapa saja yang secara kebetulan / insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel sepanjang yang bersangkutan termasuk dalam populasi penelitian.
H.SAMPLING PURPOSIVE
Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu yakni subyek penelitian yang dianggap benar-benar memiliki informasi yang diperlukan oleh peneliti. Di sini peneliti menuju pada sasaran yang telah dipertimbangkan secara saksama agar dengan cepat memperoleh informasi yang diperlukan. Tenik ini tidak lazim digunakan dalam penelitian kuantitatif.
I.SAMPLING JENUH
Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil yakni kurang dari 30 orang atau peneliti ingin membuat generalisasi dengan tingkat kesalahan yang sangat kecil.
J.SNOWBALL SAMPLING
Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlah kecil kemudian membesar. Teknik ini pertama-tama peneliti memilih satu atau dua orang sampel kemudian dari rekomendasi sampel sebelumnya peneliti menelusuri sampel-sampel beriklutnya guna memperoleh dsecara lengkap. Teknik ini memang tidak lazim digunakan dalam penelitian kuantitatif.
MENENTUKAN UKURAN SAMPEL
Jumlah anggota sampel sering disebut dengan ukuran sampel. Jumlah sampel yang diharapkan 100% mewakili populasi adalah sama dengan jumlah anggota populasi (tanpa ada kesalahan).
Semakin besar jumlah sampel mendekati populasi, maka peluang kesalahan generalisasi semakin kecil dan sebaliknya.
Ada pertanyaan berapa jumlah sampel yang paling tepat digunakan dalam penelitian?
Jawabannya tergantung dari tingkat ketelitian atau kesalahan yang dikehendaki. Tingkat ketelitian / kepercayaan yang dikehendaki sering tergantung pada sumber dana, waktu dan tenaga yang tersedia.
Secara umum dalam penelitian ilmu social tingkat kesalahan yang ditoleransi adalah 5%. Dalam hal-hal tertentu bisa sampai 10%.
Untuk menentukan ukuran sampel minimal tersebut dalam penelitian kuantitatif (populasi berdistribusi normal) ada beberapa cara yang dapat digunakan yakni :
1. Dengan menggunakan Rumus Statistik (misalnya Rumus Slovin) sebagai berikut :
n= N: (1 + N e2)
n = ukuran sampel
N = jumlah populasi
e = nilai kritis (batas ketelitian) yang diinginkan.
2. Dengan Menggunakan Tabel Sampel yang tersedia
3. Dengan menggunakan Nomogram Herry King
4. Untuk populasi yang sangat homogen maka 3 cara di atas kurang tepat. Sampel untuk populasi yang homogen cukup 1% dari populasi.
POPULASI DAN SAMPEL
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek / subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Populasi bukan hanya jumlah yang ada pada obyek / subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik / sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek tersebut.
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakateristik yang dimiliki oleh populasi.
Apa yang dipelajari dari sampel kesimpulannya akan diberlakukan pada populasi.
Sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili populasi).
Jika sampel tidak representatif penarikan kesimpulan dari sampel untuk populasi (generalisasi) ada kemungkinan besar tidak tepat (salah).
JENIS PENELITIAN
Jenis penelitian dalam bidang ilmu social memang beraneka ragam, tergantung dari sudut pandang yang digunakan sebagai dasar untuk menggolongkannya.
Jenis penelitian pada pendekatan kuantitatif yang sering digunakan antara lain adalah :
JENIS PENELITIAN
TUJUAN PENDEKATAN TINGKAT EKSPLANASI
1.MURNI
2.TERAPAN 1.SURVEY
2.EXPOST FACTO
3.EKSPERIMEN 1.DISKRIPTIF
2.KOMPARATIF
3.KORELASIONAL
PENELITIAN MURNI (DASAR)
Penelitian Murni (Dasar) bertujuan untuk mengembangkan teori dan tidak memperhatikan kegunaan yang bersifat praktis.
Penelitian murni berkenaan dengan penemuan prinsip-prinsip atau pengetahuan baru.
Penelitian Dasar pada umumnya dilakukan pada laboratorium yang kondisinya terkontrol secara ketat.
PENELITIAN TERAPAN
Penelitian Terapan dilakukan dengan tujuan menerapkan, menguji, dan mengevaluasi kemampuan suatu teori dengan diterapkan dalam memecahkan masalah-masalah praktis.
Penelitian terapan berkenaan dengan penggunaan prinsip-prinsip atau pengetahuan ilmiah yang telah ada untuk memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan praktis.
PENELITIAN SURVEY
Penelitian survey adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar / kecil dengan mempelajari data yang diperoleh dari sampel.
Penelitian survey ini pada umumnya untuk memperoleh generalisasi dari hasil kajian sampel.
PENELITIAN EXPOST FACTO
Penelitian expost facto adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut ke belakang melalui data guna menemukan factor-faktor yang yang menentukan sebab-sebab terjadinya peristiwa yang diteliti.
PENELITIAN EKSPERIMEN
Penelitian eksperimen adalah suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variable tertentu terhadap variable yang lain dalam kondisiyang terkontrol secara ketat.
Penelitian eksperimen ini dapat dibedakan antara penelitian eksperimen murni (pure experiment) penelitian eksperimen semu (quasi experiment).
Perbedaan tersebut terletak pada kemampuan peneliti dalam mengontrol variable penelitian.
PENELITIAN DISKRIPTIF
Penelitian diskriptif pada umumnya dilakukan untuk menggambarkan secara jelas dan akurat kondisi suatu variable secara mandiri
Penelitian diskriptif tidak membuat perbandingan atau menghubungkan variable yang satu dengan variable yang lain.
PENELITIAN KOMPARATIF
Penelitian komparatif adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan variable penelitian.
Dalam penelitian komparatif variabel masih mandiri tetapi sampel lebih dari satu kelompok.
PENELITIAN KORELASIONAL
Pada penelitian korelasional ini minimal ada dua variable yang ingin dikorelasikan (dihubungkan).
Penelitian korelasional ini berusaha untuk mencari hubungan antara variable yang satu dengan variable lainnya.
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
FAKULTAS ILMU SOSIALDAN ILMUPOLITIK
PROGRAM S1 NON REGULER
UJIAN MID SEMESTER
MATA KULIAH : METODE PENELITIAN ADM. NEGARA
KELAS : NATUNA
DOSEN : DRS. SUGITO, MSI.
SOAL :
BUATLAH PROPOSAL PENELITIAN DALAM BIDANG ADMINISTRASI NEGARA DENGAN ELEMEN-ELEMN PROPOSAL SEBAGAI BERIKUT :
1. JUDUL
2. MASALAH PENELITIAN
1. Latar Belakang Masalah
2. Ruang Lingkup / Pembatasan Masalah
3. Perumusan Masalah
3.TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
4.TINJAUAN PUSTAKA / KERANGKA TEORI
5.HIPOTESIS (Jika perlu)
6.METODE PENELITIAN
a. Jenis Penelitian
b. Lokasi Penelitian
c. Sumber Data / Populasi dan Sampel
d. Teknik Pengumpulan Data
e. Alat Pengumpulan Data
f. Teknik Analisis Data
DAFTAR PUSTAKA
CATATAN :
1. PROPOSAL DIKETIK SESUAI ATURAN PENULISAN KARYA ILMIAH DALAM KERTAS HVS A4 MINIMAL 10 HALAMAN DAN MAKSIMAL 20 HALAMAN.
PROPOSAL DIKUMPULKAN PALING LAMBAT PADA SAAT UJIAN AKHIR.
ANATOMI PROPOSAL PENELITIAN
D. JUDUL
E. MASALAH PENELITIAN
1. Latar Belakang Masalah
2. Ruang Lingkup / Pembatasan Masalah
3. Perumusan Masalah
F. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
G. TINJAUAN PUSTAKA / KERANGKA TEORI
H. HIPOTESIS (jika perlu)
I. METODE PENELITIAN
1. Jenis Penelitian
2. Lokasi Penelitian
3. Sumber Data / Populasi dan Sampel
4. Teknik Pengumpulan Data
5. Alat Pengumpul Data
6. Teknik Analisis Data
DAFTAR PUStaka
DAFTAR PUSTAKA DAN TEKNIK KUTIPAN
• Daftar Pustaka diharapkan terbitan 5 tahun terakhir
• Disusun berdasarkan abjad.
• Nama pengarang ditulis tanpa gelar dan dibalik yakni nama marga (fam) didepan (Panggabean, Tumpak), diikuti tahun terbit, edisi, judul buku (ketik miring), Penerbit, kota.
• Footnote dalam teks hanya ditulis nama marga (fam) atau nama belakang saja dan diikuti tahun dan halaman.
• Kutipan langsung jika jumlahnya 5 baris atau kurang diketik 2 spasi dan langsung masuk dalam teks serta diberi tanda petik.
• Kutipan langsung lebih dari 5 baris diketik satu spasi dan dimulai 3 ketuk dari margin kiri tanpa tanda petik.
• Kutipan tidak langsung (tanpa batas jumlah baris) diketik 2 spasi dan masuk dalam teks tanpa tanda petik.
• Kutipan langsung adalah kutipan tanpa merubah redaksi teks. Teks sesuai dengan aslinya.
• Kutipan tidak langsung adalah kutipan dimana redaksi tidak sesuai dengan aslinya jadi hanya isinya yang diambil.
korupsi dan moral ( tugas filsafat ilmu )
Budi Pekerti yang Tinggi Adalah Rasa Malu Terhadap Diri Sendiri.
( Plato )
Secara umum Budi Pekerti berarti moral dan kelakuan yang baik dalam menjalani kehidupan atau induk induk dari segala etika ,tatakrama, tata susila, perilaku baik dalam pergaulan , pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Pertama-tama budi pekerti ditanamkan oleh orang tua dan keluarga dirumah, kemudian disekolah dan tentu saja oleh masyarakat secara langsung maupun tidak langsung.
Dengan definisi yang teramat gamblang dan sederhana dan tidak muluk-muluk, kita semua dalam menjalani kehidupan ini semestinya dengan mudah dan arif dapat menerima tuntunan budi pekerti. Budi pekerti untuk melakukan hal-hal yang patut, baik dan benar.Kalau kita berbudi pekerti, maka jalan kehidupan kita paling tidak tentu selamat, sehingga kita bisa berkiprah menuju ke kesuksesan hidup, kerukunan antar sesama dan berada dalam koridor perilaku yang baik.
Sebaliknya, kalau kita melanggar prinsip-prinsip budi pekerti, maka kita akan mengalami hal-hal yang tidak nyaman, dari yang sifatnya ringan, seperti tidak disenangi/ dihormati orang lain, sampai yang berat seperti : melakukan pelanggaran hukum sehingga bisa dipidana.
Dengan definisi yang teramat gamblang dan sederhana dan tidak muluk-muluk, kita semua dalam menjalani kehidupan ini semestinya dengan mudah dan arif dapat menerima tuntunan budi pekerti.Budi pekerti untuk melakukan hal-hal yang patut, baik dan benar.Kalau kita berbudi pekerti, maka jalan kehidupan kita paling tidak tentu selamat, sehingga kita bisa berkiprah menuju ke kesuksesan hidup, kerukunan antar sesama dan berada dalam koridor perilaku yang baik. Sebaliknya, kalau kita melanggar prinsip-prinsip budi pekerti, maka kita akan mengalami hal-hal yang tidak nyaman, dari yang sifatnya ringan, seperti tidak disenangi/ dihormati orang lain, sampai yang berat seperti : melakukan pelanggaran hukum sehingga bisa dipidana.
Pada saat ini dimana sendi-sendi kehidupan banyak yang goyah karena terjadinya erosi moral,budi pekerti masih relevan dan perlu direvitalisasi. Salah satu sendi kehidupan yang goyang adalah moral – moral pejabat pemerintah yang selalu sebagian terlinbat dalam tindak pidana KORUPSi .Telah berapa banyak mantan Mentri,Angota Dewan baik pusat maupun daerh, gubernur, bupati,walikota serta pemerintahan desa juga tidak ketinngalan yang teribat dalam tindakan korupsi dikarenanan moral mereka semua sangat hancur.
Telah umum diketahui, persoalan korupsi di Indonesia telah mendarah daging.. Jumlah uang yang dikorupsi pun bervariasi dari jutaan sampai triliunan rupiah. Dampaknya, pelayanan publik kepada rakyat tidak optimal, sebab anggaran yang semestinya digunakan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat, justru masuk di kantong pribadi pejabat. Korupsi Secara harfiah adalah perilaku pejabat publik, baik politikus/politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.
Octariano menjelaskan dalam tulisannya yang berjudul "Menggugat Toleransi Moral dan Budaya Permesif: Topeng Relativisme moral Praktis", bahwa kita harus memiliki kesadaran moral yang kokoh, yang dapat dimanifestasikan melalui cinta diri. Yang dimaksud tentulah bukan egoisme dan individualisme, melainkan cinta akan kemanusiaannya. Cinta semacam ini akan mendorong diri kita mencintai orang lain.
Realitas ini, mengindikasikan, bahwa moral bangsa (baca:pejabat), kian hari kian mengalami degradasi dan dekadensi. Korupsi yang yang dulu tabu, kini terang-terangan dilakukan. Yang dulu dipraktikkan kalangan minoritas, kini dilakukan mayoritas umum. Yang dulu menjadi rahasia private, kini menjadi rahasia umum (public). Ini berarti, (tak terbantahkan lagi) kehidupan berbangsa dan bernegara kian bobrok. (Nurul Huda, 2004:123).
Moral dalam tatanan kehidupan yang lebih universal, seringkali dikesampingkan oleh kalangan pejabat atau birokrat maupun kalangan agamawan sekalipun. Bangsa Indonesia, tidak akan lepas dari yang namanya korupsi, kalau kesadaran moral dalam memahami makna substansial ajaran agama tidak menjadi prioritas utama.
Kesadaran moral merupakan langkah produktif dan objektif dalam mengabolisi korupsi. Karena diyakini, moral menjadi pedoman hidup (way of life) bagi setiap insan manusia dan sebagai landasan vertikal dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan tantangan. Korupsi yang menimpa Indonesia, pada dasarnya merupakan praktik yang inadmisibel dan tidak akan pernah bisa ditemukan problem solving-nya, apabila jajaran pemerintah tidak mempunyai kesadaran diri (self awareness), bahwa tindakannya telah menyengsarakan rakyat banyak.
Bicara masalah moral dan perilaku selalu menyinggung tentang reward dan punishment. Bila hukuman koruptor di negeri ini selalu ringan mustahil rasanya memberikan efek Pendidikan Korupsi secara konstan melalui praktek sehari-hari. Hukuman harus berat, diekspos semua media massa, dan diketahui semua lapisan masyarakat agar memberi pendidikan yang benar mengenai moral dan memberikan efek jera kepada masyarakat khususnya yang terkait dengan si terpidana.
Bila kasus korupsi sudah parah dan mendarah daging, mungkin perlu diterapkan hukuman mati seperti di Cina. Hukuman mati memang ditentang oleh banyak pihak terutama Vatikan dan negara-negara Eropa karena faktor agama dan kemanusiaan, tetapi karena pemerintah juga akan menanggung beban memberi tempat dan makan kepada para terpidana selama di penjara seumur hidup (dan terpidananya juga bakal luar biasa banyak) menjadikan hukuman mati adalah solusi konvensional yang praktis dan efektif. Cina telah mengeksekusi ribuan orang sejak tahun 1998 ketika Presiden Jiang Ze Min memegang tampuk kekuasaan dan angka korupsi telah susut drastis dari populasi masyarakatnya yang korup yang berjumlah satu setengah milyar! Benar-benar suatu cara ampuh untuk mengendalikan penyakit di populasi yang besar.Sebagai bangsa yang termasuk 5 besar penduduk terpadat di dunia, rasanya Indonesia perlu juga mengaplikasikan hukuman ini. Hukuman perlu dirancang sedemikian rupa hingga memberi efek jera. Di Cina, efek jera hukuman mati ditambah lagi oleh dana pelaksanaan hukuman yang harus ditanggung oleh keluarga terpidana. Bila masyarakat Indonesia memang lebih bandel dari masyarakat Cina, mungkin efek baru harus dipikirkan supaya dapat memberikan tekanan psikologis yang besar bagi keluarga dan kroni-kroninya. Harus pula ditambahkan bahwa yang telah dilakukan terpidana adalah merampas hak hidup rakyat yang lain untuk hidup makmur (bukan hanya layak). Merampas hak anak-anak bersekolah yang baik. Merampas hak mendapat tempat tinggal, dan ribuan hak yang lain. Tidak sedikit juga rakyat yang mati kelaparan akibat ulah tak langsung dari sang terpidana korupsi.
( Plato )
Secara umum Budi Pekerti berarti moral dan kelakuan yang baik dalam menjalani kehidupan atau induk induk dari segala etika ,tatakrama, tata susila, perilaku baik dalam pergaulan , pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Pertama-tama budi pekerti ditanamkan oleh orang tua dan keluarga dirumah, kemudian disekolah dan tentu saja oleh masyarakat secara langsung maupun tidak langsung.
Dengan definisi yang teramat gamblang dan sederhana dan tidak muluk-muluk, kita semua dalam menjalani kehidupan ini semestinya dengan mudah dan arif dapat menerima tuntunan budi pekerti. Budi pekerti untuk melakukan hal-hal yang patut, baik dan benar.Kalau kita berbudi pekerti, maka jalan kehidupan kita paling tidak tentu selamat, sehingga kita bisa berkiprah menuju ke kesuksesan hidup, kerukunan antar sesama dan berada dalam koridor perilaku yang baik.
Sebaliknya, kalau kita melanggar prinsip-prinsip budi pekerti, maka kita akan mengalami hal-hal yang tidak nyaman, dari yang sifatnya ringan, seperti tidak disenangi/ dihormati orang lain, sampai yang berat seperti : melakukan pelanggaran hukum sehingga bisa dipidana.
Dengan definisi yang teramat gamblang dan sederhana dan tidak muluk-muluk, kita semua dalam menjalani kehidupan ini semestinya dengan mudah dan arif dapat menerima tuntunan budi pekerti.Budi pekerti untuk melakukan hal-hal yang patut, baik dan benar.Kalau kita berbudi pekerti, maka jalan kehidupan kita paling tidak tentu selamat, sehingga kita bisa berkiprah menuju ke kesuksesan hidup, kerukunan antar sesama dan berada dalam koridor perilaku yang baik. Sebaliknya, kalau kita melanggar prinsip-prinsip budi pekerti, maka kita akan mengalami hal-hal yang tidak nyaman, dari yang sifatnya ringan, seperti tidak disenangi/ dihormati orang lain, sampai yang berat seperti : melakukan pelanggaran hukum sehingga bisa dipidana.
Pada saat ini dimana sendi-sendi kehidupan banyak yang goyah karena terjadinya erosi moral,budi pekerti masih relevan dan perlu direvitalisasi. Salah satu sendi kehidupan yang goyang adalah moral – moral pejabat pemerintah yang selalu sebagian terlinbat dalam tindak pidana KORUPSi .Telah berapa banyak mantan Mentri,Angota Dewan baik pusat maupun daerh, gubernur, bupati,walikota serta pemerintahan desa juga tidak ketinngalan yang teribat dalam tindakan korupsi dikarenanan moral mereka semua sangat hancur.
Telah umum diketahui, persoalan korupsi di Indonesia telah mendarah daging.. Jumlah uang yang dikorupsi pun bervariasi dari jutaan sampai triliunan rupiah. Dampaknya, pelayanan publik kepada rakyat tidak optimal, sebab anggaran yang semestinya digunakan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat, justru masuk di kantong pribadi pejabat. Korupsi Secara harfiah adalah perilaku pejabat publik, baik politikus/politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.
Octariano menjelaskan dalam tulisannya yang berjudul "Menggugat Toleransi Moral dan Budaya Permesif: Topeng Relativisme moral Praktis", bahwa kita harus memiliki kesadaran moral yang kokoh, yang dapat dimanifestasikan melalui cinta diri. Yang dimaksud tentulah bukan egoisme dan individualisme, melainkan cinta akan kemanusiaannya. Cinta semacam ini akan mendorong diri kita mencintai orang lain.
Realitas ini, mengindikasikan, bahwa moral bangsa (baca:pejabat), kian hari kian mengalami degradasi dan dekadensi. Korupsi yang yang dulu tabu, kini terang-terangan dilakukan. Yang dulu dipraktikkan kalangan minoritas, kini dilakukan mayoritas umum. Yang dulu menjadi rahasia private, kini menjadi rahasia umum (public). Ini berarti, (tak terbantahkan lagi) kehidupan berbangsa dan bernegara kian bobrok. (Nurul Huda, 2004:123).
Moral dalam tatanan kehidupan yang lebih universal, seringkali dikesampingkan oleh kalangan pejabat atau birokrat maupun kalangan agamawan sekalipun. Bangsa Indonesia, tidak akan lepas dari yang namanya korupsi, kalau kesadaran moral dalam memahami makna substansial ajaran agama tidak menjadi prioritas utama.
Kesadaran moral merupakan langkah produktif dan objektif dalam mengabolisi korupsi. Karena diyakini, moral menjadi pedoman hidup (way of life) bagi setiap insan manusia dan sebagai landasan vertikal dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan tantangan. Korupsi yang menimpa Indonesia, pada dasarnya merupakan praktik yang inadmisibel dan tidak akan pernah bisa ditemukan problem solving-nya, apabila jajaran pemerintah tidak mempunyai kesadaran diri (self awareness), bahwa tindakannya telah menyengsarakan rakyat banyak.
Bicara masalah moral dan perilaku selalu menyinggung tentang reward dan punishment. Bila hukuman koruptor di negeri ini selalu ringan mustahil rasanya memberikan efek Pendidikan Korupsi secara konstan melalui praktek sehari-hari. Hukuman harus berat, diekspos semua media massa, dan diketahui semua lapisan masyarakat agar memberi pendidikan yang benar mengenai moral dan memberikan efek jera kepada masyarakat khususnya yang terkait dengan si terpidana.
Bila kasus korupsi sudah parah dan mendarah daging, mungkin perlu diterapkan hukuman mati seperti di Cina. Hukuman mati memang ditentang oleh banyak pihak terutama Vatikan dan negara-negara Eropa karena faktor agama dan kemanusiaan, tetapi karena pemerintah juga akan menanggung beban memberi tempat dan makan kepada para terpidana selama di penjara seumur hidup (dan terpidananya juga bakal luar biasa banyak) menjadikan hukuman mati adalah solusi konvensional yang praktis dan efektif. Cina telah mengeksekusi ribuan orang sejak tahun 1998 ketika Presiden Jiang Ze Min memegang tampuk kekuasaan dan angka korupsi telah susut drastis dari populasi masyarakatnya yang korup yang berjumlah satu setengah milyar! Benar-benar suatu cara ampuh untuk mengendalikan penyakit di populasi yang besar.Sebagai bangsa yang termasuk 5 besar penduduk terpadat di dunia, rasanya Indonesia perlu juga mengaplikasikan hukuman ini. Hukuman perlu dirancang sedemikian rupa hingga memberi efek jera. Di Cina, efek jera hukuman mati ditambah lagi oleh dana pelaksanaan hukuman yang harus ditanggung oleh keluarga terpidana. Bila masyarakat Indonesia memang lebih bandel dari masyarakat Cina, mungkin efek baru harus dipikirkan supaya dapat memberikan tekanan psikologis yang besar bagi keluarga dan kroni-kroninya. Harus pula ditambahkan bahwa yang telah dilakukan terpidana adalah merampas hak hidup rakyat yang lain untuk hidup makmur (bukan hanya layak). Merampas hak anak-anak bersekolah yang baik. Merampas hak mendapat tempat tinggal, dan ribuan hak yang lain. Tidak sedikit juga rakyat yang mati kelaparan akibat ulah tak langsung dari sang terpidana korupsi.
Langganan:
Postingan (Atom)
