Label

BERITA (4) SUKSES BISNIS HISTORY (4)
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 September 2014

Angka Kemiskinan Kalbar Menurun 0,20 Persen

DB- Jumlah penduduk miskin/ di bawah garis kemiskinan di Kalimantan Barat (Kalbar) dari bulan September 2013 dibandingan dengan Maret 2014 mengalami penurunan. Hal itu sebagaimana disampaikan Ketua BPS Kalbar Badar, Selasa (1/7)  saat
siaran Berita Resmi Statistik di ruang rapat BPS Kalbar 
"Berdasarkan data BPS, September 2013 jumlah penduduk miskin di Kalbar sekitar  407.340 orang. Pada bulan Maret 2014 penduduk miskin sekitar 401.510 orang. Artinya ada penurunan sebanyak  5.830 orang atau mengalami penurunan 0,20 persen,"ujarnya.

Selama periode September 2013- Maret 2014 penurunan persentase penduduk miskin terjadi di daerah perdesaan dari 10,07 persen menjadi 9,67 persen. Sedangkan di daerah perkotaan mengalami penigkatan dari 5,68 persen menjadi 5,76 persen. 

Garis kemiskinan pada September 2013 sebesar Rp 270.306-perkapita/bulan meningkat menjadi  Rp 282.835 perkapita/bulan pada Maret 2014. Peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan di Kalbar jauh lebih besar dibandingkan peranan perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan.

Badar mengatakan perhitungan untuk mengukur kemiskinan, BPS mengunakan konsep kemampuan menenuhi kebutuhan dasar."Dengan pendekatan itu, kemiskinan dipandang sebagai ketidak mampua dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Dengan pendekatan ini juga dapat dihitung Headcount indek yaitu persentase penduduk miskin terhadap total penduduk,"terangnya

Lebih lanjut ia mengatakan adapun metode yang digunakan adalah menghitung Garis Kemiskinan (GK) yang terdiri Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM)
"GKM itu nilai pengeluaran kebutuhan minuman makanan yag disetarakan dengan 2100 kkalori perkapita perhari yang diwakili 52 jenis komoditi contoh, padi-padian, umbi, dagin,telur, susu dan lainya. Sedangkan GKBM adalah kebutuhan minuman untuk perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan. GKBM diwakili oleh  51 jenis komiditi di perkotaan dan 47 jenis komoditi di pedesaan. Dari kesemua, data yang dipakai untuk menghitung tingkat kemiskinan 2013 adadalah data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) modul konsumsi triwulan tahun 2012," ujar Badar. (Ded)

Daftar penerima penghargaan Daya saing Daerah Kalbar 2014


PPontianak, Dari 14 kabupaten/kota yang ada di Kalbar hanya ada 7 Kabupaten/Kota yang menerima penghargaan daya saing daerah Kalbar, Rabu (25/6) di Aula BI Pontianak. 
Adapun  6 kategori penghargaan dan 1 juara umum yang diberikan Bank Kalbar kerjasma GIZ RED kepada daerah antara lain,  indeks kinerja ekonomi terbaik diraih Sintang, indeks kinerja investasi terbaik diraih kab Kapuas Hulu, indeks persepsi bisnis terbaik diraih oleh  Kab Kubu Raya, Indeks infrastruktur terbaik di Kota Singkawang, indeks dinamika bisnis terbaik dan indeks kinerja pemerintah terbaik disebat Kota Pontianak dan Juara umum dipimpin oleh Kota Singkawang.

Perhitungan mengapa Kota Singkawang meraih juara umum padahal hanya meraih 1 penghargaan dari 6 katogori. Sedangkan Kota Pontianak meraih 2 katogori tidak menjadi juara umum. Berdasarkan dari  perhitung secara menyeluruh dari 6 katogori, Kota Singkawang memiliki rata-rata tertinggi. Sedang untuk  daerah lain rata-ratanya rendah dan hanya beberapa saja yang menonjol (ded)

Jumat, 12 September 2014

PENTING Ngak IMUNISASI ???

Penting Ngak Imunisasi ???
Ilustrasi : Meski sosialisasi dan informasi yang didapat masyarakat tentang imunisasi sangat banyak, Namun masih saja orang tua enggan untuk mengimunisasi buah hatinya. Mengapa? mereka beranggapan bahwa zaman dulu orang tua, nenek dan buyutnya tidak imunisasi masih sehat saja dan umurnya juga panjag. Kedua, pasca imunisasi biasa anaknya sakit atau demam dan bahkan kejang- kejang yang mangakibatkan cacat. Ketiga banyak lagi dech rumornya.
 Dari sedikit info yang  hebatnyaberfikir.blogspot.com dapat,  mengapa harus diimunisasikan anak kita saat ini lantaran makanan saat ini banyak mengandung pengawet. Itu tentu berbeda dengan zaman dulu masih alami. Jadi untuk meminimalisir agar makaan itu tidak berdampak buruk karena pengawetnya maka harus diimunisasi.
Penasaran, gimana sich yang sebenarnya. So baca aja lansung di bawah ini berdasarkan hasil wawancara hebatberfikir.com dengan Wan Iwansyah, SKM  Kasi Imunisasi Surveilans dan Penyakit tidak Menular Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes KKR Kalbar
Imunisasi merupakan upaya untuk menimbulkan atau meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi organisme alami atau "liar" Vaksin adalah bahan antigenik yg digunakan utk menghasilkan kekebalan aktif dan tujuan program imunisasi adalah  Menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Penyakit-penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I)seperti hepatitis, TBC, tetanus, difteri peneumonia dan meningitis, dan campak. Oleh karena itu jika ibu sayang terhadap anak, berilah kesempatan anak2 kita untuk mendapatkan imunisasi dasar lengkap secara gratis di puskesmas, posyandu dan sarana pelayanan kesehatan lainnya (jika belum jelas minta informasi kepada petugas kesehatan yang ada dilapangan).
Memang tubuh kita secara alamiah memiliki kekebalan terhadap beberapa penyakit, tetapi tidak terhadap semua jenis penyakit dan beberapa jenis penyakit yang berbahaya harus diberikan vaksin untuk meningkatkan kekebalan (imunitas) terhadap penyakit dan untuk meningkatkan kekebalan atau mencegah terjadinya penyakit dapat dilakukan dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) selain itu pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan imunisasi karena imunisasi merupakan upaya pencegahan paling cost effective selain dapat mencegah penyakit bagi diri sendiri tetapi juga dapat melindungi orang disekitarnya. 
Kalau ibu mengatakan bahwa zaman dahulu tidak imunisasi kenapa sekarang ada dan kita galakkan, hal ini disebabkan bahwa Kebutuhan akan Imunisasi berkembang seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, Peningkatan beban penyakit, penyakit lama muncul kembali dan  ditemukan penyakit baru dan Kebutuhan menambah jenis vaksin baru sesuai epidemiologi penyakit dan kita tidak bisa terlepas dari komitmen global dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular yang mengancam jiwa manusia.


Rabu, 09 Januari 2013

PANGKAS POHON YANG MEMBAHAYAKAN



                Di beberapa  sepanjang jalan di kota Pontianak, kita lihat banyak pohon penghijau kota yang selayaknya harus di pangkas masih menjulang tinggi. Pohon- pohon tersebut tentunya sangat berpotensi membahayakan penguna jalan. Apalagi Kondisi Kota Pontianak sekarang ini  selalu di guyur hujan. Saat hujan turun biasanya di ikuti oleh hembusan angin walaupaun tidak terlalu besar. Pohon yang belum di pangkas khususnya penulis lihat di Jalan Syrif Abdurrahman, Jalan Jendral A. Yani dan K.H Ahmad Dahlan sudah sangat mengkhawatirkan penguna jalan, dengan pososisi ada pohon yang sudah condong, menjulang tinggi dan posisi pohon di pinggir parit tidak menutup kemungkinan pohon tersebut bisa tumbang ke arah jalan atau sebagain dahan bisa patah ketika di tiup angin atau di guyur hujan. Dengan kondisi seperti itu sangat di mohon intansi terkait di Kota Pontianak tanggap dan segara memangkas pohon – pohon tersebut. Bukankah tahun sebelumnya di kota Pontianak ada penguna jalan tertimpa pohon ketika mengendarai kendaraanya itu bisa menjadi pelajaran. Saatnya tindakan preventif selalu di utamakan untuk masyarakat kota Pontianak. Jangan sampai tujuan penanaman pohon di pinggir jalan untuk penghijau dan penyejuk kota bisa membawa malapetaka bagi warga kota Pontianak.  

DI TERBITKAN DI PONTIANAK POST KOLOM HALLO PUBLIK EDISI RABU, 2 JANUARI 2013
Oleh : Dedi (Mahasiswa Fisipol Untan)